Topan Wutip Pengaruhi Cuaca Indonesia

SURABAYAONLINE.CO- Topan Wutip 925 hPa yang melanda Samudra Pasifik timur Filipina mempengaruhi cuaca Indonesia, berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dilansir Antara, Taufan Maulana Kepala Bagian Humas BMKG dalam keterangan persnya pada Rabu menyebutkan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah di Indonesia hingga Sabtu (2/3/2019)

Menurut BMKG, di utara Indonesia angin umumnya bergerak dari arah Utara – Timur Laut dengan kecepatan berkisar 4 sampai 20 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya angin bergerak dari arah Timur Laut – Tenggara dengan kecepatan 4 sampai 20 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Selat Makasar, Perairan utara Kepulauan Talaud dan Laut Maluku. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Gelombang dengan tinggi 1,25 sampai 2,5 meter atau sedang berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian Utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Lampung.

Selain itu gelombang sedang berpeluang muncul di Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu, Laut Sawu, Selat Sumba bagian Barat, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT.

Perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Perairan Timur Bintan-Lingga, Selat Makassar bagian Tengah dan Utara, Perairan Barat Sulawesi Barat, Perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi, Perairan Utara Sulawesi, dan Perairan Bitung-Manado juga berpeluang menghadapi gelombang sedang.

Demikian pula Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, Perairan Utara Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, Perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudra Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua.

Sementara Laut Natuna dan Perairan Kepulauan Talaud menurut prakiraan BMKG berpotensi menghadapi gelombang dengan tinggi 2,5 sampai empat meter.

“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar tetap selalu waspada,” kata Taufan.(*)