SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Video angkutan Wira-Wiri Suroboyo yang berhenti melewati garis batas di persimpangan jalan viral di media sosial. Kendaraan tersebut terlihat berada di area zebra cross ketika lampu lalu lintas menyala merah di simpang Jalan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo.
Posisi kendaraan dalam video tersebut kemudian menuai sorotan karena dinilai melewati batas berhenti yang semestinya. Bahkan, pengemudi Wira-Wiri sempat membuka kaca kendaraan dan mengatakan “opo” setelah mendapat klakson dari pengguna jalan di belakangnya.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu (30/9) sekitar pukul 16.47 WIB. Video itu kemudian mendapat perhatian publik hingga berujung pada laporan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.
Dishub Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan salah satu pengemudi Wira-Wiri Suroboyo. Pengemudi atau driver bernama Nasihin tersebut telah dipanggil dan menjalani proses klarifikasi.
Dari hasil tindak lanjut tersebut, operator memberikan sanksi berupa Surat Peringatan (SP) 2 kepada pengemudi sebagai bentuk pembinaan dan penegakan aturan atas pelanggaran yang terjadi.
Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum (PTU) Dishub Kota Surabaya Eni Sugiharti mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi pengemudi maupun pengelola layanan transportasi publik.
“Kejadian ini menjadi pelajaran buat kita semua. Saya minta Pak Nasihin juga menjadikan ini sebagai pelajaran. Bahwa sampean (Anda) menyetir dan sebagainya itu yang awasi masyarakat, bukan hanya manajemen pengelola. Jadi, jangan sampai apa yang dilakukan membahayakan orang lain,” ujar Eni, Rabu (7/10).
Menurut Eni, evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan transportasi publik di Surabaya. Dishub juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi. “Kami atas nama Pemkot Surabaya dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Surabaya memohon maaf atas kejadian tersebut,” tuturnya.
Dalam proses klarifikasi, Nasihin juga membenarkan bahwa ia sempat membuka kaca kendaraan dan mengucapkan kata “opo” (apa) kepada pengguna jalan. Nasihin mengaku, tindakan tersebut dilakukan setelah ia mendapat bunyi klakson panjang dari kendaraan di belakang. “Iya, benar. Saya tidak mengurangi kata-kata, saya buka kaca. Ketika saya bilang ‘opo’, supaya dari yang ngelakson tadi, Bapak yang pakai mobil hitam itu mungkin biar ada pertanyaan dari situ,” kata Nasihin.
Nasihin menjelaskan, saat kejadian ia sudah menurunkan penumpang. Namun, kondisi jalan yang relatif sempit membuatnya perlu mengatur posisi kendaraan agar dapat melanjutkan perjalanan dan tidak menghambat kendaraan lain.
“Bahwasanya benar kalau saya itu sudah menurunkan penumpang. Kalau saya tidak melaju ke depan, yang di belakang saya itu pasti ngelakson-ngelakson. Itu sangat panjang sekali klaksonnya,” sebutnya.(*)


