SURABAYAONLINE.CO, Malang – Perjalanan secangkir teh ternyata dimulai jauh sebelum air panas dituangkan ke dalam cangkir. Di balik aroma dan cita rasanya, ada hamparan kebun, pucuk-pucuk muda yang dipetik, tangan para pemetik, hingga rangkaian proses pengolahan di pabrik.
Cerita panjang itulah yang kini dapat disusuri pengunjung di Wisata Agro Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada di tengah bentang perkebunan teh yang hijau dan udara pegunungan yang sejuk, Wonosari menghadirkan wisata edukasi yang mengajak pengunjung mengenal perjalanan teh dari kebun hingga menjadi minuman siap dinikmati.
Pengalaman tersebut dikemas melalui Paket Wisata Edukasi Teh: Tour Kebun & Pabrik. Bukan sekadar berkeliling menikmati lanskap perkebunan, pengunjung diajak melihat lebih dekat tanaman teh, mengenal morfologi dan proses budidayanya, hingga mencoba memetik pucuk teh secara langsung.
Dari kebun, perjalanan berlanjut ke pabrik. Di sana, pengunjung dapat menyaksikan tahapan pengolahan daun teh sebelum akhirnya sampai pada sesi tea tasting. Rangkaian tersebut membuat pengalaman wisata tidak berhenti pada pemandangan, tetapi membawa pengunjung memahami proses di balik secangkir teh yang selama ini dinikmati.
Asisten Agrowisata Wonosari, Rosalia Sandra Jullie, mengatakan, konsep tersebut dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan proses dan cerita di balik komoditas teh.
“Kami ingin pengunjung, terutama keluarga dan generasi muda, tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga memahami bagaimana teh yang mereka konsumsi setiap hari dihasilkan. Setiap pucuk teh memiliki cerita tentang kerja keras, tradisi, dan proses pengolahan yang menarik untuk dipelajari,” kata Rosalia di Agrowisata Wonosari, Senin (5/10).
Menurut Rosalia, pengalaman tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kelompok pengunjung, mulai dari sekolah, instansi, komunitas hingga keluarga. Wonosari menyediakan enam pilihan paket dengan fasilitas yang beragam.
Paket paling dasar ditawarkan dengan harga Rp70.000 per orang, dengan minimum 20 peserta. Di dalamnya terdapat tour kebun dan pabrik, minum teh dan makanan ringan, suvenir, kunjungan ke Rumah Kelinci, serta pemandu.
Pengunjung yang ingin melengkapi pengalaman dengan makan siang dapat memilih paket Rp85.000 per orang. Sedangkan paket Rp90.000 per orang menawarkan tambahan akses kolam renang.
Untuk rombongan yang menginginkan perpaduan edukasi dan rekreasi, tersedia paket Rp125.000 per orang yang dilengkapi fasilitas kolam renang serta pilihan wahana bumper car atau paintball. Sementara paket Rp135.000 per orang menawarkan pengalaman kreatif melalui aktivitas membatik canting, selain fasilitas edukasi teh dan rekreasi lainnya.
Adapun paket paling lengkap dibanderol Rp165.000 per orang untuk rombongan minimal 50 peserta. Paket ini memadukan wisata edukasi teh dengan fun outbound yang terdiri atas empat permainan, aktivitas ATV, kolam renang, Rumah Kelinci, makan siang boks, minum teh dan makanan ringan, serta suvenir.
Bagi Wonosari, keberagaman pilihan tersebut bukan semata soal menambah fasilitas wisata. Lebih dari itu, paket-paket tersebut menjadi cara untuk memperluas pengalaman pengunjung dalam mengenal perkebunan dan komoditas teh dari sisi yang lebih dekat dan personal.
“Harapannya, pengunjung pulang bukan hanya membawa foto atau suvenir, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman tentang teh. Kami ingin Wonosari menjadi tempat di mana rekreasi, edukasi, dan interaksi dengan alam dapat berlangsung dalam satu perjalanan,” ujar Rosalia.
Di Wonosari, hamparan kebun teh bukan hanya menjadi latar untuk berwisata. Ia menjadi ruang belajar yang hidup tempat pengunjung dapat menyaksikan bagaimana pucuk teh tumbuh, dipetik, diolah, hingga akhirnya hadir dalam secangkir minuman.
Dari kebun ke pabrik, lalu berakhir di cangkir, Wonosari menawarkan cara lain menikmati teh: tidak sekadar melihat keindahan perkebunannya, tetapi memahami cerita dan proses yang membuat setiap teguk memiliki makna.(*)


