SURABAYAONLINE.CO, Pasuruan – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kerta Cendekia kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kali ini dengan menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan bertema Peningkatan Kesehatan Masyarakat Suburban dengan Pendekatan Keperawatan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Acara ini dibuka secara resmi dan dihadiri Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Pasuruan Syaiful Anam serta Camat Kejayan Budi Mulyono.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Direktur Poltekkes Kerta Cendekia Dini Prastyo Wijayanti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Dinas Sosial P3A Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Desa Pacar Keling, serta seluruh mitra yang telah membuka ruang kolaborasi, sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik.
“Sebagai institusi pendidikan tinggi, Poltekkes Kerta Cendekia memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen institusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan,” ungkap Dini Prastyo Wijayanti.
Program tersebut menyasar tiga kelompok utama, yakni masyarakat lansia, santri di pondok pesantren, dan pelaku UMKM. Tujuannya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat, kesiapsiagaan menghadapi kondisi kegawatdaruratan, dan penerapan budaya keselamatan serta kesehatan kerja.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial P3A Kabupaten Pasuruan Syaiful Anam menyampaikan apresiasi atas kontribusi perguruan tinggi yang terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan kesehatan. “Pendekatan promotif dan preventif menjadi langkah strategis untuk menekan angka penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Plt. Kepala Desa Pacarkeling Resky Maulana mengungkapkan, kegiatan ini memberikan dampak positif dan manfaat untuk masyarakat meningkatkan derajat kesehatan. Harapannya bisa berkelanjutan dan disambut baik oleh masyarakat.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi dengan sasaran yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Di Balai Desa Pacar Keling, tim pengabdian melaksanakan program promotif dan preventif kesehatan bagi kelompok lansia.
Kegiatan diawali dengan registrasi, pengukuran tanda vital sederhana (tekanan darah dan nadi), serta pre-test kemudian dilanjutkan dengan senam lansia. Suasana semakin semarak melalui permainan ular tangga edukatif yang dirancang untuk menyampaikan pesan- pesan kesehatan secara menarik dan mudah dipahami. Sebagai penunjang kesehatan, para peserta juga mendapatkan minuman jamu yang mengandung bahan herbal tradisional untuk mendukung kebugaran tubuh.
Sementara itu, di Pondok Pesantren Darul Ulum, kegiatan difokuskan pada peningkatan kesehatan remaja dan santri melalui serangkaian program edukatif. Program pertama bertajuk Gerakan Vulva Hygiene untuk Meningkatkan Perilaku Perawatan Organ Reproduksi di Pondok Pesantren. Materi ini diberikan kepada santriwati melalui penyuluhan dan simulasi langsung.
Program berikutnya adalah Santri Tanggap Darurat, yang menitikberatkan pada aspek promotif, preventif, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Dalam kegiatan ini, para santri mendapatkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Selain itu, tim pengabdian juga melaksanakan screening risiko metabolik dan gastrointestinal pada remaja. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini berbagai faktor risiko kesehatan yang berpotensi mengganggu pertumbuhan dan produktivitas remaja. Hasil screening diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak usia muda.
Lokasi ketiga berada di UMKM Penggorengan Tahu, yang menjadi sasaran program K3 Komunitas. Pada kegiatan ini, para pekerja mendapatkan edukasi interaktif mengenai manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan bersuhu tinggi. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan kelelahan akibat paparan panas, gerakan peregangan untuk meminimalisir kelelahan ekstrem, serta pertolongan pertama pada kecelakaan kerja.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Poltekkes Kerta Cendekia berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan kerja. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui pendekatan keperawatan dan keselamatan kerja yang aplikatif, berkelanjutan, serta berbasis kebutuhan masyarakat.(*)


