SURABAYAONLINE.CO, Jombang – Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) juga merambah Kabupaten Jombang. Kali ini sasarannya adalah SMK Negeri Mojoagung yang berada di Jalan Raya Veteran 66, Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Kegiatan selama dua hari ini dibuka oleh anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Sumardi. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kerja sama antara Komisi A DPRD Jawa Timur dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu dan Kamis, 11-12 Februari 2026.
“Kegiatan ini untuk membentuk kader tangguh bencana yang dimulai dari sekolah. Semoga energitas terbentuk. Apalagi, tidak semua sekolah dipilih karena melihat potensi ancaman bencana. Kami berharap tercipta kader penanggulangan bencana di SMKN Mojoagung ini,” ungkap Sumardi, Kamis (12/2).
Sedangkan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jawa Timur Deni Kiki Melia Tamara mengatakan bahwa ilmu dari SPAB ini dapat diserap untuk masyarakat, khususnya warga sekolah. Ia juga mengenalkan 14 jenis ancaman bencana di Jatim dengan penanganan yang berbeda-beda. “Harapannya semua keilmuan tanggap bencana ini bisa diaplikasikan oleh guru dan siswa,” katanya.
Kepala SMKN Mojoagung Panca Sutrisno memberikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah membantu sehingga bisa terselenggara kegiatan SPAB di sekolahnya. “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan guru dan semua siswa tanggap apabila terjadi bencana alam yang menimpa di SMKN Mojoagung,” katanya.
Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Filipe Dias Quintas meminta agar semua pihak memahami kondisi alam dan potensi bencana yang ada di Kabupaten Jombang. “Potensi besar bencana di Jombang adalah banjir, karena karakteristik wilayahnya yang cenderung datar. Tetapi bukan berarti potensi bencana yang lain tidak diwaspadai,” katanya.
BPBD Kabupaten Jombang, lanjutnya mendukung penuh kegiatan SPAB yang melibatkan unsur pentaheliks demi terciptanya lingkungan yang aman dan siap menghadapi bencana alam. “Harapannya dengan adanya kegiatan SPAB ini bisa tercipta sekolah yang tangguh menghadapi bencana,” imbuhnya.
Sebanyak 100 peserta ikut dalam kegiatan dengan komposisi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, komite sekolah, siswa, dan BPBD Jombang. Sedangkan Fasilitator Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur yang mendampingi adalah Dini Prastyo Wijayanti, Andreas Eko Muljanto, dan Mursidi.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan dokumen kajian resiko bencana partisipatif kepada pihak sekolah. Diharapkan, sekolah bisa melakukan pelatihan SPAB secara mandiri dan berkelanjutan.(*)


