Oleh: Gatot Sundoro
SURABAYAONLINE.CO – Siapakah keluarga Imran?
Imran bukan Nabi bukan Rasul, demikian juga Hanna istri Imran. Anak mereka Maryam juga bukan Nabi bukan Rasul.
Keluarga ini adalah manusia biasa seperti kita, namun mendapatkan keistimewaan dari ALLOH SWT, dengan diabadikan keluarga mereka dalam Al-Qur’an, surat Ali Imran, ayat 33-37
Imran adalah hamba ALLOH yang Sholeh. Nama keluarganya diabadikan dalam Al-Qur’an melalui putrinya, Maryam, yang merupakan ibu dari Nabi Isa.
Nama istri Imran tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. Namun demikian, tradisi Islam mengidentifikasi istri Imran adalah Hanna binti Faqudz, dia adalah ibundanya Maryam.
Hanna pernah berdoa kepada ALLOH SWT untuk diberikan seorang anak dan bernazar, jika dikaruniai anak, maka anak itu akan diserahkan sepenuhnya untuk mengabdi kepada ALLOH SWT di Baitul Maqdis, di Yerusalem (Palestina).
Semula Hanna menginginkan mempunyai anak laki laki, namun ALLOH SWT berkehendak lain. Hanna dan Imran dikaruniai seorang bayi lahir dengan jenis perempuan.
Maryam, tumbuh menjadi wanita yang sangat taat kepada ALLOH SWT. Ia lebih memilih mengabdi kepada ALLOH daripada kesenangan duniawi yang sering menggoda remaja seusianya. Ia menghabiskan waktunya beribadah dan mendekatkan diri kepada ALLOH SWT di Baitul Maqdis.
Dalam perjalanan hidupnya, Maryam mendapatkan karunia yang luar biasa dari ALLOH SWT. Makanan makanan lezat selalu tersedia didekatnya, tanpa ia keluar rumah untuk mendapatkannya.
Ketika Nabi Zakaria mengunjungi Maryam di mihrabnya, ia selalu mendapati makanan yang tidak biasa di sisinya.
Zakaria bertanya:” Wahai Maryam, darimana (makanan) ini engkau peroleh?” Maryam menjawab:” Itu dari ALLOH.” (QS. Ali Imran ayat 37)
Nabi Zakaria dalam peranannya dalam keluarga Ali Imran amat penting, dia adalah paman Maryam; Zakaria seorang Nabi yang menjaga Baitul Maqdis dan menyebarkan ajaran ALLOH SWT.
Dengan kedekatan kerabat ini, Zakaria mendidik Maryam di Baitul Maqdis dan menjadikan Maryam seorang wanita yang kuat dalam ibadah dan taat kepada ALLOH SWT.
Meskipun mayoritas ulama sepakat bahwa tidak ada Nabi berjenis kelamin wanita; Namun ulama klasik seperti Ibnu Hazm dan Al-Qurtubi menyebutkan ada beberapa wanita mulia yang mendapat Wahyu dari ALLOH SWT yaitu, Siti Hawa, Siti Maryam, Siti Asiyah (istri Fir’aun), Ummi Musa (ibunda Musa), Siti Hajar dan Siti Sarah.
Terutama Maryam, dialah yang mendapatkan Wahyu melalui Jibril saat kehamilannya.
Kisah yang fenomenal dalam surat Ali Imran adalah saat Maryam melahirkan seorang bayi laki laki. Kelahirannya ajaib, dimana ia dilahirkan tanpa hubungan manusiawi, dari rahim wanita suci.
Isa adalah salah satu nabi dari rasul rasul ALLOH yang bergelar Ulul Azmi. Nabi Isa dikaruniai mukjizat yang luar biasa seperti: Kelahirannya tanpa ayah, bisa berbicara saat masih bayi, menyembuhkan penyakit lepra/kusta, menyembuhkan orang buta dan menghidupkan kembali orang yang telah mati.
Nabi Isa AS (Yesus) tumbuh seorang nabi dan rasul yang mengajarkan tauhid kepada Bani Israil. Dia juga dikenal dengan sebutan Al Masih yang berarti ” yang diurapi “, sejak kecil diasuh oleh pamannya, yang juga seorang nabi, yakni Nabi Zakaria.
Meskipun nabi Isa berdakwah dengan ajaran yang benar, sebagian besar Bani Israil memusuhinya. Ketika Bani Israil akan membunuhnya ALLOH SWT mengangkatnya ke langit dalam keadaan hidup. (QS. An-Nisa : 157-158)
ALLOH SWT membuat salah seorang sahabat nabi Isa yang bernama : Yudas Iskariot yang wajahnya diserupakan dengan wajah nabi Isa. Akhirnya Yudas ditangkap oleh tentara Romawi, kemudian disalib.
Kelak di akhir jaman, nabi Isa akan diturunkan kembali ke bumi oleh ALLOH SWT, untuk membimbing umatnya ke ajaran yang benar (Islam)


