SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Ditemukan seorang nenek bernama Soeminah (81) tidur di atas rumah di Jalan Dukuh Gemol Kali, Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Surabaya. Nenek tersebut ditemukan pertama kali oleh anaknya pada pukul 08.00 WIB, Jumat (19/12).
Dari info yang beredar, sang nenek dinyatakan telah menghilang sejak Kamis (18/12) malam pukul 21.00 WIB. Dari keterangan pihak keluarga bahwa terakhir terlihat sang nenek berada di kamarnya pada malam hari.
Namun pas waktu salat Subuh pihak keluarga tidak mendapati sang nenek berada di kamarnya. Pihak keluarga melakukan pencarian di beberapa gang. Pencarian dilanjutkan dengan koordinasi pihak RT-RW setempat.
Setelah pencarian di beberapa jalan tidak ketemu, lantas pihak keluarga mencoba mencari di atap rumah. Pencarian tersebut akhirnya mendapat hasil. Terlihat lutut kaki sang nenek dengan balutan selimut di tubuhnya.
Menemukan kondisi nenek yang masih sadar di atap rumah, pihak Kelurahan Jajar Tunggal meminta bantuan dengan menghubungi 112 Command Center. Petugas gabungan terdiri dari BPBD Surbaya dan Damkar Srabaya datang ke lokasi pukul pukul 08.30 WIB. Sang nenek berhasil dievakuasi pukul 09.41 WIB. Evakuasi nenek petugas mengunakan metode vertical rescue.
Pihak Polsek Wiyung mencoba menggali informasi adanya kejanggalan aksi sang nenek yang bisa sampai ke atas atap rumah. Apalagi, dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk berjalan.
Kanit Reskrim Polsek Wiyung AKP Risty mengatakan, pihaknya belum diberi tahu adanya kejadian tersebut. “Pihak Polsek Wiyung tidak ada laporan terkait itu. Kami mencari data ke tempat kejadian, sekalian tentang kejanggalan yang terjadi. Kok bisa nenek usia sudah tua kok memanjat ke atap rumah,” ujarnya, Jumat (19/12).
Pihak Unit Reskrim telah melalukan pengalian data. Bahwa rumah sang nenek itu berimpitan dengan rumah Pak RT. “Jadi nenek ini melangkah ke atas rumah Pak RT, baru naik ke atap rumahnya sendiri,” ujarnya.
Nenek ini kerap tertangkap basah oleh anak dan cucunya saat akan menaiki atap rumah melalui atap samping rumah Pak RT. Memang nenek ini pelupa. Dikira kamarnya lantai dua yang ada di atap rumah,” tutup Ristitanto.(*)


