SURABAYAONLINE.CO – Andy Sari Roti, begitu sapaan lelaki kelahiran Surabaya tahun 1973. Bernama lengkap Andy Setiawan. Sarjana Ekonomi lulusan perguruan tinggi swasta di Surabaya, dan punya jabatan di beberapa perusahaan dan organisasi.
Perjalanan kariernya dimulai sebagai marketing di perusahaan media cetak Jawa Pos (1994-1998). Selepas itu, ia bergabung di Tabloid SIAR (1998-1999), Majalah SUFI (2000), Harian SURYA (Tribun Gurp) (2000 – 2008) Wakil Manager Iklan, Koran Iklan Pos 2008 (Founder & CEO), dan terakhir di Harian Jurnal Nasional (2009-2012).
“Awal meniti karier, begitu banyak pengalamannya, dan saya selalu berusaha keras mempelajari hal-hal baru. Termasuk dunia jurnalistik,” aku ayah Gandes Ogya Tiara.
Tak kurang 15 tahun bekerja keras, lelaki yang hobi nonton film dan traveling ini, akhirnya sukses, bisa memetik buahnya. Sebab, seiring waktu, suami dari Wulan Ekayanti ini dipercaya sebagai Owner Distributor Sari Roti untuk wilayah Madura dan Sidoarjo. Dari pekerjaan itu, ia lantas dikenal dengan nama Andy Sari Roti. Ia juga menjadi CEO DBS Communication dan CEO Portal surabayaonline.co.
Tentu, sukses yang kini dirasakan Andy, semua berawal dari setiap tantangan, bukan dari zona nyaman. Jangan berharap pekerjaanmu dimudahkan, tapi berharaplah pundakmu dikuatkan.
Terpenting, kata Andy, jangan suka mengeluh, tetapi perbanyak bersyukur karena hidup bukan hanya tentang materi. “Semakin banyak bersyukur maka Allah akan menambah nikmat-Nya,” ujar lelaki berkacamata minus ini meyakinkan.
Di tengah kesibukannya mengurus perusahaan, Andy juga aktif di beberapa organisasi . Antaranya, Bendahara Umum SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Jatim (2019-2024), Wakil Ketua Bidang Persaingan Usaha KADIN Jatim (2020-2025), Ketua Umum Ikatan Alumni SMPN 2 Surabaya, dan Bendahara Umum PWI Jatim (2021-2026).
Dengan seabrek kesibukan, tentu butuh energy tambahan dalam melakoni semua aktifitasnya. Lantas, bagaimana mengatur waktu untuk keluarga? Mendengar pertanyaan itu, penyuka tantangan dalam berbisnis ini langsung tertawa kecil. Ia pun mengakui, sejak awal merintis karier, tujuh hari bekerja full, sehingga waktu untuk keluarga sangat sedikit.
“Sekarang, Alhamdulillah, setelah usaha jalan dan sistem manajemen (automatic manajemen), akhirnya kami bisa menerapkan konsep 5:2. Artinya, 5 hari bekerja, 2 hari weekend untuk keluarga. Tapi, untuk menerapkan konsep itu, kami butuh effort hampir 15 tahun,” imbuh pemilik motto berdagang dan berkarya. (Wet)


