SURABAYAONLINE.CO – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp532 miliar pada Januari–September 2026. Capaian tersebut meningkat 363,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), di tengah tantangan kelebihan kapasitas industri semen domestik dan kenaikan biaya energi.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang belum diaudit (unaudited), SIG mencatatkan volume penjualan sebesar 27,87 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp27,67 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan tercatat Rp21,55 triliun dan EBITDA sebesar Rp3,56 triliun.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan pertumbuhan kinerja tersebut didukung strategi penguatan pasar, efisiensi operasional, dan pengelolaan keuangan yang disiplin.

“Di tengah tantangan overcapacity hingga peningkatan biaya energi, SIG menjalankan inisiatif strategis untuk mengamankan sektor penjualan dan pendapatan, mendorong efisiensi melalui operational excellence, serta pengelolaan keuangan yang baik,” kata Indrieffouny.

Menurut dia, kinerja sembilan bulan 2026 menunjukkan upaya perusahaan dalam menghadapi tantangan industri sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis.

Dari sisi pasar, penjualan domestik SIG mencapai 22,27 juta ton atau tumbuh 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut sejalan dengan pemulihan permintaan semen nasional.

Segmen semen kantong domestik menjadi salah satu kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6 persen secara tahunan. Sementara itu, penjualan semen curah meningkat 2,9 persen.

Pertumbuhan volume penjualan tersebut menopang pendapatan SIG yang naik 9,3 persen secara tahunan menjadi Rp27,67 triliun.

Di sisi biaya, beban pokok pendapatan meningkat 6,1 persen seiring pertumbuhan volume penjualan dan kenaikan biaya energi. Namun, SIG mencatat penurunan beban keuangan bersih sebesar 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan pengelolaan biaya dan keuangan turut mendukung peningkatan EBITDA sebesar 8,4 persen menjadi Rp3,56 triliun, dengan margin yang relatif stabil.

“Optimalisasi program efisiensi untuk pengendalian biaya maupun operasi telah memberikan kontribusi pada peningkatan profitabilitas. SIG membuktikan kinerja yang teruji di tengah situasi industri semen domestik yang menantang,” ujar Indrieffouny.

Ke depan, SIG melihat prospek industri semen domestik masih terbuka seiring perbaikan permintaan dan meningkatnya aktivitas konstruksi.

Sejumlah program pembangunan diperkirakan menjadi pendorong kebutuhan semen, antara lain program pembangunan tiga juta rumah, pembangunan infrastruktur nasional dan daerah, proyek giant sea wall, investasi industri dan hilirisasi, serta pengembangan kawasan komersial, hunian bertingkat, dan pusat data (data center).

Untuk menangkap peluang tersebut, SIG akan mempertahankan posisi di pasar domestik melalui penguatan segmen ritel dan curah, pengelolaan pasar mikro, serta penerapan disiplin harga. Perusahaan juga berupaya meningkatkan pemasaran produk turunan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi modern.

Selain pasar domestik, SIG memperkuat ekspor sebagai salah satu strategi menghadapi kelebihan kapasitas produksi semen nasional sekaligus meningkatkan utilisasi pabrik.

Sejak Juni 2026, melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, SIG telah mengekspor lebih dari 300 ribu ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat. Ekspor tersebut dilakukan melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.

Langkah ekspansi pasar ini diharapkan dapat memperluas jangkauan penjualan dan mendukung stabilitas kinerja perusahaan di tengah persaingan industri.

Selain penguatan pasar, SIG menjalankan program Streamlining Entitas SIG Group melalui penataan anak usaha. Program tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan model bisnis serta membentuk struktur organisasi yang lebih efektif dan efisien.

SIG juga mendorong penggunaan semen hijau dan produk turunannya yang rendah emisi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan berkelanjutan.

“SIG terus mempromosikan penggunaan semen hijau dan produk turunannya yang rendah emisi untuk memberikan beragam solusi bagi berbagai kebutuhan pembangunan sehingga setiap aktivitas konstruksi, baik rumah hingga proyek-proyek nasional, dapat dibangun dengan material yang ramah lingkungan,” tutur Indrieffouny.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version