SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas digitalisasi pembayaran ke pasar tradisional. Kali ini, BRI Kantor Cabang Surabaya Kaliasin memperluas akuisisi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pedagang di Pasar Keputran, Surabaya guna mempermudah transaksi, meningkatkan efisiensi usaha, sekaligus membuka akses pelaku UMKM terhadap layanan keuangan digital.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya BRI mendorong transformasi pasar tradisional agar mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran nontunai. Bagi pedagang, QRIS bukan sekadar alternatif pembayaran, melainkan salah satu pintu masuk untuk menjalankan usaha secara lebih praktis dan mengikuti perkembangan ekosistem ekonomi digital.
Pemimpin Cabang BRI Surabaya Kaliasin Ryan Kosasih Raharja mengatakan, melalui akuisisi QRIS, pedagang Pasar Keputran dapat menerima pembayaran dari pelanggan menggunakan berbagai aplikasi pembayaran yang telah mendukung standar QRIS. Kemudahan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pembeli sekaligus membantu pedagang melayani transaksi tanpa harus selalu bergantung pada uang tunai.
“Penggunaan QRIS juga berpotensi menyederhanakan aktivitas transaksi sehari-hari. Pedagang dapat mengurangi kebutuhan persediaan uang kembalian, sementara pembeli memiliki pilihan pembayaran yang lebih beragam. Dalam lingkungan pasar dengan aktivitas jual beli yang dinamis, kemudahan transaksi menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung kelancaran operasional usaha,” paparnya, Selasa (27/10).
Namun, manfaat digitalisasi tidak berhenti pada kemudahan pembayaran. Pemanfaatan layanan keuangan digital juga dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk membangun kebiasaan bertransaksi secara lebih tertata dan mengenal layanan perbankan yang relevan dengan kebutuhan usaha. Dengan dukungan edukasi yang tepat, pedagang diharapkan semakin memahami cara menggunakan pembayaran digital secara aman dan efektif.
BRI Kantor Cabang Surabaya Kaliasin berkomitmen memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital di pasar tradisional melalui akuisisi QRIS dan edukasi kepada pedagang. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperluas penggunaan pembayaran nontunai, tetapi juga meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap perkembangan teknologi keuangan.
“Bagi UMKM termasuk pedagang pasar, kemampuan beradaptasi dengan perubahan sistem pembayaran menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing. Konsumen kini memiliki beragam preferensi dalam bertransaksi, sehingga ketersediaan pilihan pembayaran yang praktis dapat membantu pedagang memberikan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Ryan.
Melalui perluasan akuisisi QRIS di Pasar Keputran, BRI Surabaya Kaliasin turut mendorong terbentuknya ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif. Inisiatif ini diharapkan menjadi salah satu fondasi bagi pedagang pasar tradisional untuk meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses terhadap layanan keuangan, dan memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.(*)


