SURABAYAONLINE.CO, Tuban – Sekolah yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB 1) atau Zona Merah) harus menjadi perhatian khusus. Termasuk dalam mendapatkan pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Hal ini juga dilakukan oleh SMK Negeri Palang Tuban.
Sekolah yang terletak di Jalan Raya Gresik, Desa Glodog, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban ini mendapat pelatihan SPAB oleh tiga fasilitator dari Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur. Yakni Djumadi, Mursidi, dan Rezha Pratama. Kegiatan ini diadakan pada Kamis dan Jumat, 22-23 Oktober 2026.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Aulia Hany Mustikasari yang membuka acara ini mengatakan, SPAB dilaksanakan sebagai upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di sekolah. “Tiga pilar SPAB harus djadikan pedoman dalam melaksanakan upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di sekolah,” kata Aulia Hany Mustikasari.
Tiga pilar tersebut adalah fasilitas belajar yang lebih aman, manajemen penanggulangan bencana di sekolah, serta pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan resiliensi.
Menurut Aulia Hany Mustikasari, pembentukan SPAB di SMK Negeri Palang merupakan program pemerintah atas usulan DPRD Jatim yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi bencana.
Sedangkan Kepala SMKN Palang Tuban Imam Subekti memberikan paparan kondisi lingkungan sekolah. Dia juga mengucapkan terima kasih karena SMKN Palang diberikan kesempatan untuk mengikuti program SPAB.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Tuban Moh. Maftuchin Riza mengatakan, pembentukan SPAB sebagai pelaksanaan program kesiapsiagaan menghadapi bencana di sekolah.
Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jawa Timur Deni Kiki Melia Tamara mengatakan, Kabupaten Tuban merupakan satu-satunya kabupaten-kota di Jawa Timur yang tidak pernah mengeluarkan SK Tanggap Darurat Bencana. “Artinya Pemerintah Kabupaten Tuban sangat tangguh menghadapi bencana yang terjadi di daerahnya,” katanya.
Di hari kedua pelaksanaan, dilakukan praktik simulasi bencana gempa bumi dan pemadaman kebakaran. Siswa juga mendapatkan pelatihan bebat bidai dan P3K. (*)


