SURABAYAONLINE.CO,, Pasuruan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses penanganan karhutla yang terjadi di kawasan Tahura R Soerjo, Selasa (20/10) malam. Begitu sampai lokasi, Gubernur Khofifah langsung menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di posko penanganan kebakaran Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo yang berlokasi di Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa dalam penanganan karhutla, keselamatan para petugas dan relawan menjadi hal utama. Orang nomor satu di Jatim ini juga mengatakan bahwa penanganan kebakaran harus memastikan setiap upaya pemadaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan, perkembangan api, arah angin dan keamanan personel. “Tentu yang harus kita lakukan sekarang kewaspadaan dan kehati-hatian para relawan,” kata Gubenur Khofifah usai menggelar Rakor.
Hal ini menjadi menjadi perhatian utama Gubernur Khofifah lantaran sebelumnya penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo telah memakan korban, 5 meninggal dunia dan 1 orang masih dalam perawatan di RSUD. Dr Soetomo Surabaya.
Tak hanya itu, Gubernur Khofifah menyebut turunnya hujan juga menjadi harapan untuk penanganan karhutla. Oleh sebab itu, kembali Gubernur Khofifah mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual melalui pelaksanaan Salat Istisqa. Ajakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Salat Istisqa, yang ditetapkan di Surabaya pada 20 Oktober 2026.
“Kemarin-kemarin sifatnya seruan lisan tapi hari ini saya menandatangani surat edaran kepada pesantren, pimpinan organisasi Islam, Dewan Masjid, MUI, untuk bisa menyelenggaran Salat Istisqa secara lebih masif, mohon kepada Allah untuk menurunkan hujan yang manfaat dan membawa rahmat,” ungkapnya. Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa hingga awal Oktober 2026, sebanyak 25 kabupaten-kota telah menetapkan status kedaruratan kekeringan.
Melalui surat edaran tersebut, Gubernur meminta para pihak menggerakkan dan memfasilitasi pelaksanaan Salat Istisqa di tingkat kabupaten-kota, kecamatan, hingga desa-kelurahan, khususnya di daerah terdampak kekeringan.
Berdasarkan laporan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, sebanyak 493 personel gabungan terlibat dalam pemadaman periode 13–19 Oktober 2026 di wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Mereka terdiri atas Polisi Kehutanan, Manggala Agni, BPBD, Polri, penyuluh kehutanan, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan masyarakat setempat. “Jadi hari ini area Tahura Soerjo ini masih terdeteksi ada 92 hotspot,” imbuhnya.
Kebakaran Tahura Raden Soerjo turut berdampak pada jaringan air bersih masyarakat. Laporan penanganan mencatat sepanjang 10.260 meter pipa air terdampak atau rusak di tiga desa penyangga, yakni 4.000 meter di Desa Tambaksari, 3.750 meter di Desa Jatiarjo, dan 2.510 meter di Desa Dayurejo, Kabupaten Pasuruan.
Dengan luas 27.868,30 hektare yang membentang di enam kabupaten-kota serta memiliki 57 desa penyangga, Tahura Raden Soerjo merupakan kawasan strategis bagi Jawa Timur. Kelestariannya menopang perlindungan keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon, dan keberlanjutan sumber daya air.(*)


