SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin Upacara Wisuda Purna Wira (WPW) Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Laut tahun 2026 di Lapangan Laut Arafuru, Akademi TNI Angkatan Laut (AAL), Bumi Moro, Surabaya, Sabtu (17/10).
Upacara tersebut menjadi momen penghormatan bagi 39 perwira tinggi TNI AL yang mengakhiri masa pengabdian aktifnya setelah mendedikasikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara. Para wisudawan terdiri dari satu orang pati bintang tiga berpangkat Laksamana Madya TNI, 21 orang pati bintang dua berpangkat Laksamana Muda TNI atau Mayor Jenderal TNI Marinir, 17 orang pati bintang satu berpangkat Laksamana Pertama TNI atau Brigjen TNI Marinir .
Dalam sambutannya, kasal menegaskan bahwa Wisuda Purna Wira bukan sekadar seremoni pelepasan bagi para perwira tinggi yang memasuki masa purnabakti. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi sarana mewariskan nilai-nilai luhur kepemimpinan dari generasi senior kepada generasi penerus TNI AL.
“Tradisi ini bukan sekadar seremoni pelepasan atau perpisahan semata, melainkan wahana pewarisan nilai-nilai luhur kepemimpinan dari para senior kepada generasi penerus,” ujar Muhammad Ali.
Menurutnya, pemilihan Bumi Moro sebagai lokasi penyelenggaraan upacara memiliki makna mendalam bagi para wisudawan. Tempat tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan mereka ketika pertama kali menjalani pendidikan dan ditempa menjadi perwira TNI AL.
“Di tempat inilah para wisudawan dulu digembleng menjadi perwira. Di lapangan ini pula mereka belajar tentang disiplin, kehormatan militer, dan pengabdian. Malam hari ini, para wisudawan kembali ke kawah candradimuka tempat semuanya bermula untuk menutup perjalanan pengabdian di tempat yang sama dengan penuh kehormatan,” ungkapnya.
Kasal menyampaikan, TNI AL terus melaksanakan pembangunan kekuatan dan pembinaan kemampuan secara berkelanjutan di tengah perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis, baik pada tingkat global, regional, maupun nasional.
Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, kontribusi para perwira tinggi yang memasuki masa purnabakti dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan dan pencapaian organisasi TNI AL hingga saat ini. “Apa yang telah kita capai hari ini tidak terlepas dari pemikiran, kerja keras, dan keteladanan para wisudawan selama masa pengabdiannya, baik di atas kapal maupun di satuan-satuan operasional dan jajaran staf lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, kompleksitas tantangan ke depan menuntut TNI AL memiliki kepemimpinan yang inovatif dan berkarakter, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan serta etika moral. Menurutnya, karakter kepemimpinan tersebut harus dibangun melalui keteladanan yang diwariskan secara berkesinambungan.
Karena itu, Muhammad Ali berpesan kepada para perwira remaja, taruna AAL, dan seluruh generasi penerus agar menjadikan perjalanan pengabdian para wisudawan sebagai teladan dalam menjalankan tugas.
Kepada para wisudawan, Kasal juga menegaskan bahwa berakhirnya masa dinas aktif tidak akan menghapus penghormatan maupun memutus tali silaturahmi yang telah terjalin selama bertugas di lingkungan TNI AL. Ia berharap para purnawirawan tetap memberikan sumbangan pemikiran, pengalaman, dan masukan demi kemajuan TNI AL ke depan.(*)


