SURABAYAONLINE.CO, Jakarta – Sebelum memesan produk makanan dan minuman secara online, konsumen Indonesia kini lebih banyak menjelajah berbagai pilihan daripada langsung melakukan pencarian. Data GrabAds menunjukkan 79 persen pesanan GrabFood diawali dengan eksplorasi berbagai pilihan, sehingga, brand F&B kini perlu memenangkan perhatian konsumen sejak tahap awal eksplorasi hingga keputusan pembelian.

Hal ini menjadi salah satu fokus pembahasan dalam F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026, sebuah forum kolaboratif dari GrabAds yang mempertemukan marketers serta business leaders di industri F&B di Indonesia. Gelaran ini untuk membahas perubahan consumer behaviour serta bagaimana consumer insight dapat memengaruhi cara brand melakukan strategi pemasaran untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Director of Commercial, Grab Indonesia Roy Nugroho menyampaikan, berdasarkan temuan data GrabAds, perjalanan konsumen kini semakin dinamis, dan keputusan untuk membeli tidak selalu terjadi secara instan. “Di GrabFood, sebagian besar pesanan dimulai dari browsing, menunjukkan bahwa konsumen masih mengeksplorasi dan mempertimbangkan pilihan sebelum menentukan brand yang ingin mereka beli,” katanya, Jumat (9/10).

“Melalui F&B Forward: GrabAds Marketing Summit, kami mengajak para pelaku marketing dan business leaders untuk menghubungkan brand building dengan conversion secara lebih utuh, dari membangun Top of Mind hingga memenangkan Top of Cart,” ungkapnya.

Pertumbuhan ekosistem kuliner digital juga tercermin dari kinerja Grab di Asia Tenggara. Pada kuartal II 2026, nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) pada segmen layanan pengantaran. Termasuk GrabFood dan GrabMart, tumbuh sebesar 24 persen di Asia Tenggara dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (constant currency basis).

Menariknya, masyarakat juga mengandalkan GrabFood tidak hanya untuk melakukan pembelian, tetapi juga untuk mencari inspirasi makan. Sebanyak 79 persen pesanan GrabFood dimulai dengan pelanggan yang mengeksplorasi berbagai pilihan makanan dan minuman terlebih dahulu, bukan dengan pencarian langsung. Sebelum menentukan pilihan, konsumen rata-rata menghabiskan 12,4 menit untuk menjelajahi hingga sekitar enam merchant.

Temuan ini menunjukkan pentingnya tahap eksplorasi dalam perjalanan menuju pembelian. Perubahan perilaku tersebut menjadi salah satu latar belakang GrabAds menghadirkan F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026, yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia untuk mempertemukan marketers dan business leaders dari industri F&B.

“Di sinilah peran GrabAds membantu brand memahami consumer moments melalui first-party consumer insights dan menerjemahkannya ke berbagai touchpoints yang relevan, baik melalui iklan dalam aplikasi Grab maupun beyond the app, seperti iklan di armada Grab hingga product sampling,” jelas Roy.

Pendekatan full-funnel tersebut juga semakin banyak digunakan oleh brand F&B di Indonesia. Salah satunya adalah kolaborasi antara Chagee dan Grab. Tahun ini, Chagee menjalankan berbagai kampanye kreatif bersama Grab. Hasilnya sangat positif. Chagee mencatat pertumbuhan jumlah pesanan di GrabFood lebih dari 68 persen selama periode kampanye.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version