SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong produk kreatif pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nonkuliner menembus pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan promosi digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Potensi Karya Kota Kediri atau POKARI yang menjadi salah satu sarana promosi produk UMKM lokal. Program yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri itu memberikan ruang publikasi bagi produk nonkuliner melalui konten video singkat di media sosial.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri, Sugeng Wahyu Purba Kelana, mengatakan masih banyak produk lokal yang memiliki potensi, tetapi belum mendapatkan eksposur secara luas.

Menurutnya, pemanfaatan media digital dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga di luar Kota Kediri.

“Di Kota Kediri banyak produk yang menarik dan memiliki potensi, tetapi belum banyak dikenal masyarakat. Karena itu, promosi melalui media digital penting dilakukan, terutama untuk membantu pelaku usaha muda yang sedang merintis dan mengembangkan bisnisnya,” ujar Sugeng, Rabu (30/9/2026).

Melalui POKARI, produk UMKM nonkuliner dikemas dalam video berdurasi maksimal tiga menit. Konten tersebut kemudian dipublikasikan melalui sejumlah platform media sosial Pemerintah Kota Kediri, seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube Shorts.

Program ini menyasar pelaku UMKM yang menghasilkan berbagai produk nonkuliner. Di antaranya kerajinan, hantaran, fesyen, aksesori, serta produk kreatif lainnya.

Sugeng mengatakan pelaku UMKM yang ingin memperoleh kesempatan promosi melalui POKARI dapat menghubungi akun Instagram Pemerintah Kota Kediri melalui pesan langsung atau direct message (DM).

Produk yang masuk selanjutnya akan melalui proses pemilihan dan kurasi untuk menyesuaikan dengan konsep konten yang akan diproduksi.

“Pelaku UMKM nonkuliner yang ingin produknya kami reviu bisa menghubungi Instagram Pemerintah Kota Kediri melalui DM. Setelah itu, produk akan kami pilih dan kurasi sesuai konsep program, kemudian tim akan datang untuk mengambil materi promosi,” katanya.

Ia menegaskan seluruh proses pengambilan materi hingga pembuatan konten promosi melalui program POKARI tidak dipungut biaya.

Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memperoleh ruang promosi digital tanpa harus mengeluarkan biaya produksi konten secara mandiri.

Pemkot Kediri juga merencanakan program POKARI hadir secara rutin setiap bulan. Skema tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi produk-produk lokal untuk mendapatkan eksposur melalui kanal digital pemerintah daerah.

Menurut Sugeng, promosi secara konsisten menjadi salah satu bagian penting dalam memperkenalkan produk UMKM kepada calon konsumen.

Selain meningkatkan pengenalan produk, promosi melalui media sosial diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar berpeluang mendapatkan perhatian dari konsumen di luar pasar lokal.

“Harapannya, masyarakat semakin tertarik mendukung dan membeli produk karya Kota Kediri. Dengan dukungan tersebut, UMKM dapat terus berkembang dan memiliki kesempatan untuk naik kelas,” ujarnya.

Program POKARI sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kediri memanfaatkan kanal komunikasi digital untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.

Melalui promosi yang dilakukan secara rutin, produk kreatif lokal diharapkan semakin dikenal masyarakat serta memiliki peluang untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version