SURABAYAONLINE.CO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mendorong transformasi ekonomi umat melalui penguatan kapasitas pelaku usaha penerima manfaat. Salah satunya dilakukan melalui Workshop Optimalisasi Konten untuk meningkatkan kemampuan pemasaran digital.
Kegiatan yang dipusatkan di Barata Entertainment tersebut berlangsung selama dua hari, 30 September hingga 1 Oktober 2026. Sebanyak 35 pelaku usaha dari berbagai sektor mengikuti pelatihan yang diarahkan untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan omzet usaha.
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Tulungagung, Fattah Masrun, mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang ditujukan untuk mendorong kemandirian para penerima manfaat.
Menurutnya, peningkatan kemampuan usaha menjadi salah satu langkah penting agar penerima manfaat tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi mampu mengembangkan usaha secara bertahap.
“Kami dorong status mereka naik dari mustahik menjadi muzakki, atau minimal menjadi munfiq yang gemar berinfak,” ujar Fattah, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, peserta workshop berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner hingga peternakan. Mereka mendapatkan pembekalan terkait optimalisasi konten sebagai bagian dari strategi pemasaran di tengah semakin berkembangnya aktivitas perdagangan melalui platform digital.
Melalui kemampuan membuat konten yang lebih menarik, pelaku usaha diharapkan dapat memperkenalkan produknya kepada calon konsumen secara lebih luas. Strategi tersebut juga diharapkan membuka peluang peningkatan penjualan dan omzet.
Fattah menegaskan, pelaksanaan Workshop Optimalisasi Konten BAZNAS Tulungagung tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) yang dialokasikan untuk pengembangan usaha produktif penerima manfaat.
Dari total 94 pendaftar, dilakukan proses kurasi hingga ditetapkan 35 peserta yang dinilai memenuhi kriteria untuk mengikuti program tersebut.
Menurut Fattah, proses seleksi dilakukan agar program pemberdayaan dapat diberikan kepada peserta yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Tulungagung mengoptimalkan dana ZIS tidak hanya untuk bantuan konsumtif, tetapi juga untuk kegiatan produktif yang dapat memperkuat kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan juga disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung, Makrus Mannan.
Ia menilai pembekalan mengenai konten dan digital marketing relevan dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi hingga melakukan pembelian produk.
Perkembangan platform daring membuat pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi pemasaran agar produknya lebih mudah ditemukan dan dikenal calon konsumen.
“Harapan kami melalui pelatihan konten dan digital marketing ini, para pelaku usaha dapat menciptakan konten yang menarik hingga viral, sehingga usaha mereka semakin berkembang,” kata Makrus.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha masing-masing peserta.
Dengan demikian, program pemberdayaan ekonomi melalui dana ZIS tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas penerima manfaat agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
Workshop Optimalisasi Konten BAZNAS Tulungagung juga diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem usaha produktif di daerah, sekaligus membuka peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan pendapatan dan secara bertahap keluar dari kategori mustahik.


