SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Tiga pemuda menyerang warung kopi di sentra PKL Jalan HR Muhammad, Surabaya, Rabu (23/9) sekitar pukul 00.56 WIB. Jali, pemilik warkop bercerita, semula keadaan warkop tenang dan damai. Tapi seketika berubah mencekam ketika datang sebuah kendaraan Yamaha Mio J, yang dia tidak ketahui nomor polisinya, dikendarai tiga orang.
Terlihat dengan kondisi terpengaruh minuman keras tiga orang tak dikenal itu kemudian marah-marah tanpa sebab yang jelas. “Mereka itu mabuk, matanya merah. Sebelumnya sudah lewat warung terus putar balik, ngelawan arus kemudian berhenti di warung saya. Mereka bilang, ‘kau yang maki saya ya’. Intinya cari rusuh. Anak-anak ngopi itu sampai dipegang lingkaran leher bajunya,” katanya.
Penjaga warkop, Jaki sempat menjelaskan bahwa tidak ada yang memaki mereka. Tapi ketiga pelaku tetap bersikeras merasa ada yang memaki. Suasana kemudian jadi memanas setelah salah satu pelaku merobohkan meja yang di atasnya banyak gelas kopi. “Otomatis anak-anak yang ngopi reflek teriak langsung diserang balik. Aku diserang orang tiga. Aku jatuh, dibantu anak-anak,” lanjutnya.
Akibat perkelahian itu, Jali menderita luka memar dan nyeri di beberapa bagian tubuhnya. Dia menderita luka parut di area lengan kiri. Jali memastikan mereka dalam kondisi dibawah pengaruh alkohol. Itu tercium dari bau mulutnya ketika cekcok.
Meski ada rasa kesal, Jali mengaku tak ada niatan untuk menyerang balik. Cuma dia khawatir warungnya kembali diserang oleh kelompok pemuda tersebut. Sebab, para pelaku juga ada yang terluka. “Dari kami gak ada mau nyerang balik. Cuma takutnya pihak sana yang nyerang balik. Soalnya sana juga ada yang luka. Tapi kita konteksnya membela diri,” sebutnya.
Atas kejadian tersebut, Rabu (23/9) siang, Jali didampingi sejumlah pegawai Kecamatan Dukuh Pakis mendatangi Mapolsek Dukuh Pakis. Jali menceritakan seluruh kronologi kejadian kepada petugas piket di SPKT. “Sudah ke Polsek Dukuh Pakis. Gak dikasih apa-apa dari polsek. Cuma nanti ditindaklanjuti, nanti malam ada patroli ke sana,” terangnya.
Sementara Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Masdawati Saragih menjelaskan, keterangan dari Jali sudah dihimpun. Namun laporan polisi tidak diterbitkan karena menurut hasil penyelidikan sementara, korban dan pelaku sama-sama melakukan pemukulan.
“Jadi tadi anggota Polsek Dukuh Pakis ke sana. Terus orangnya kami suruh ke polsek karena tadi orangnya yang bersangkutan gak ada. Jadi ngobrol saja. Gak ada dikeluarkan laporan polisi, karena kan sama-sama saling mukul ternyata,” pungkasnya.(*)


