SURABAYAONLINE.CO – Persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026 diselenggarakan pada tanggal 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur diwarnai aksi gotong royong para relawan. Sejumlah relawan yang tergabung dalam pasukan Kebersihan dan Lingkungan Hidup (KLH) turun langsung membersihkan jalan dan sejumlah area di sekitar lokasi Muktamar menjelang agenda pembukaan.

Kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan pada malam hari untuk memastikan seluruh kawasan Muktamar dalam kondisi bersih dan nyaman saat digunakan untuk rangkaian kegiatan.

Salah seorang relawan mengatakan, pembersihan jalan dibagi menjadi empat bagian. Ia sendiri bertanggung jawab pada bagian pertama dengan melibatkan sekitar 53 relawan.

“Untuk jalan-jalan itu ada empat bagian. Saya memegang jalan bagian satu, yaitu berjumlah 53 anak,” ujar relawan tersebut.

Selain bagian yang ditanganinya, terdapat kelompok lain yang masing-masing juga beranggotakan sejumlah relawan. Mereka bekerja bersama membersihkan area Muktamar sebagai bagian dari persiapan pembukaan.

Para relawan menyebut kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela. Mereka tidak memungut bayaran dan menjalankan tugas dengan ikhlas demi kelancaran pelaksanaan Muktamar.

“Ini gratis, kerja ikhlas. Mugi-mugi barokah,” katanya.

Selain kegiatan kebersihan, fasilitas transportasi berupa becak listrik gratis juga disiapkan untuk membantu mobilitas tamu dan peserta di kawasan Muktamar.

Salah seorang pengemudi becak listrik, Mursidi mengatakan dirinya telah bertugas selama dua hari. Layanan tersebut diberikan secara gratis kepada penumpang yang membutuhkan transportasi menuju lokasi yang telah ditentukan panitia.

Mekanisme penggunaan becak listrik diatur oleh panitia. Penumpang yang hendak menggunakan layanan tersebut diarahkan untuk naik secara bergantian dan diantar menuju tower yang telah ditentukan.

“Becak gratis, terus disuruh mengantar ke tower-tower, tower 1, 2, sampai 9 yang ditunjuk panitia,” jelasnya.

Pengemudi juga menjelaskan bahwa penumpang tidak diperbolehkan menghentikan becak listrik secara sembarangan di tengah jalan. Penggunaan layanan harus melalui titik atau pool yang telah disiapkan dan mengikuti arahan panitia.

“Kalau cegat di jalan nggak bisa. Nggak boleh. Izin panitia dulu,” katanya.

Untuk tugas tersebut, pengemudi becak listrik menyebut dirinya memperoleh bayaran Rp150 ribu untuk durasi kerja selama delapan jam.

Kehadiran relawan kebersihan dan layanan becak listrik gratis menjadi bagian dari dukungan masyarakat serta panitia untuk memastikan mobilitas dan kenyamanan peserta selama pelaksanaan Muktamar. (Agus)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version