Oleh: Gatot Sundoro 

SURABAYAONLINE.CO – Kemukjizatan Al Qur’an mencakup keindahan bahasanya yang tingkat tinggi tak akan tertandingi, keseimbangan jumlah kata dan antonimnya, berita sejarah masa lalu, prediksi masa depan, serta isyarat sains modern yang terbukti kebenarannya.

Al Qur’an diturunkan secara bertahap selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari, memiliki kata kata yang seimbang antara lain:

– Kata ‘khoir’ (baik) berjumlah 167 kali dan kata ‘syahru’ (jelek) juga berjumlah 167 kali.

– Kata ‘hayat’ (hidup) dan ‘maut’ (mati), jumlahnya sama: 145 kata.

– Kata ‘akhiro’ (akhirat) dan ‘dun-ya’ (dunia) masing masing: 115 kata.

– Kata ‘malaikat’ dan ‘syaithon’ sama sama disebut 88 kali.

– Kata ‘al-naf’u’ (manfaat) dan ‘al-fasad (kerusakan) terulang sebanyak 50 kali.

– Kata ‘al-harr’ (panas) dan ‘al-bard’ (dingin) masing masing terulang sebanyak 4 kali.

– Iman dan kekufuran tercatat seimbang sebanyak 25 kali.

– Kata zakat dan ‘al-barakah disebut masing masing sebanyak 32 kali.

– Kata ‘ar rajul’ (laki laki) dan ‘al-mar’ah’ (perempuan) masing masing terulang sebanyak 24 kali.

– Kata ‘al-jahr’ (nyata) dan ‘al-alaniyah’ (rahasia), masing masing disebut 16 kali.

Disamping kata kata yang seimbang, ada juga kata kata yang sinonim dengan pengulangannya, yakni:

– Kata ‘al-harts’ dan ‘az-zira’ah’ (membajak/bertani) masing masing disebut sebanyak 14 kali.

– Kata ‘al-ushb’ dan ‘ad-dhurur’ (membanggakan diri/ angkuh), masing masing diulang sebanyak 27 kali

– Kata ‘al-dhalun’ dan ‘al-mauta’ (sesat/ mati jiwa), masing masing disebut sebanyak 17 kali.

– Kata Al Qur’an, Al Wahyu dan Al Islam, tiga kata penuntun umat ini masing masing diulang sebanyak 70 kali.

– Kata ‘al-aql’ (akal) dan An-Nur (cahaya), masing masing disebut sebanyak 49 kali.

Dalam Al Qur’an, ada juga kata dengan dampaknya atau sebabnya, yakni :

– Kata al-infaq dan Al-ridha, masing masing diulang 73 kali (kerelaan adalah dampak dari infak).

– Kata ‘al-bukhl’ (kikir) dan ‘al-hasarah’ (penyesalan), diulang sebanyak 12 kali.

– Kata ‘al-kafirun’ (orang kafir) dan ‘al-nar’ (neraka) masing masing diulang sebanyak 154 kali.

– Kata ‘al-israf (boros) dan ‘al-sur’ah’ (tergesa gesa) masing masing disebut 23 kali.

– Kata ‘al-maw’izhah’ (nasihat) dan ‘al-lisan’ (lidah), masing masing diulang 25 kali.

Ada juga kata kata dalam Al-Qur’an yang maknanya mempunyai keseimbangan yang khusus, yaitu :

– Kata ‘yaum’ (hari), dalam bentuk tunggal berjumlah 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam waktu satu tahun.

– Kata ‘yaum’ dalam bentuk plural (ayyam) atau dua (yaumaini), jumlahnya 30, sama dengan jumlah hari dalam sebulan.

– Kata ‘sujud’ yang dilakukan oleh mereka yang berakal sebanyak 34 kali. Jumlah tersebut sama dengan jumlah sujud sholat wajib, sebanyak 17 rakaat; setiap rakaat 2 kali sujud.

– Kata ‘shalawat’ disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah sholat wajib sehari.

Semua kata dalam Al Qur’an bersifat universal, pasti dan sarat akan makna. Semua kata merupakan bahasa arab asli yang dilafalkan dengan dialek yang fasih. Susunannya sistematis, berisi tentang perintah pada kebaikan dan larangan atas kemaksiatan/ kemungkaran.

Secara substansi, ayat ayat dalam Al-Qur’an merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi.

Berikut beberapa contoh isi kandungan dalam Al-Qur’an:

1. Berita gembira.

” Kepada mereka diedarkan piring dan gelas dari emas dan didalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az Zukhruf, 43;71

2. Peringatan dan ancaman.

” Maka apakah kamu merasa aman bahwa DIA tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau DIA meniupkan (angin keras yang membawa) batu batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun.”

(QS. Al Isra’ : 17; 68)

3. Peringatan dan Hukuman.

” Dan (juga) Karun, Fir’aun dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di Bumi dan mereka orang orang yang tidak luput (dari azab ALLOH).” (QS. Al’ Ankabut : 39)

4. Nasihat.

” Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka KAMI berikan kenikmatan hidup beberapa tahun. Kemudian, datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka. Niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.” (QS. Asy Syu’ara : 205 – 207).

Di samping menjadi kitab suci umat Islam, Al Qur’an menjadi mukjizat terbesar Rasulullah Saw. Karena Al Qur’an menjadi bukti yang meneguhkan kenabian dan kerasulan beliau. Berbeda dengan para Rasul pendahulunya, kitab kitab mereka tidak sekaligus menjadi mukjizat.

Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Setiap Nabi pasti diberi mukjizat oleh ALLOH SWT; mukjizat yang tidak akan tertandingi sebagai penguat bukti agar manusia mau beriman. Mukjizat yang diberikan kepadaku adalah Wahyu dari ALLOH SWT, Aku sangat berharap memiliki pengikut paling banyak kelak pada hari akhir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version