SURABAYAONLINE.CO – Program Lontar (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar) yang dijalankan melalui dukungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik mendorong pelaku UMKM di sekitar perusahaan meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Siti Nur Afidah (47), warga Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, yang mengembangkan usaha jamu temulawak rumahan.
Berkat pendampingan Program Lontar, Afidah kini mampu memproduksi hingga 100 botol jamu temulawak per hari. Produknya yang sebelumnya hanya dipasarkan dari rumah ke rumah melalui status WhatsApp dan grup lapak, kini telah menjangkau pasar yang lebih luas.
Afidah mengaku mulai merintis usaha jamu sejak 2019. Pada awalnya, penjualan produk berjalan lambat karena jangkauan pemasaran masih terbatas.
“Dulu jualannya cuma dari rumah ke rumah, lewat WA atau grup lapak. Lakunya lama sekali,” ujar Afidah, Kamis (11/6/2026).
Perubahan mulai dirasakan Afidah setelah bergabung dalam Program Lontar. Selain memperoleh tambahan modal, ia mendapatkan bantuan peralatan produksi, pelatihan, serta fasilitasi pengurusan perizinan dan sertifikasi produk.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu keberlangsungan usaha, terutama dalam memenuhi kebutuhan bahan baku, peralatan, hingga proses sertifikasi.
“Kalau tidak ada pendampingan, kami tidak bisa jalan. Untuk bahan, alat, sertifikasi, tes, itu semua sulit dan biayanya tidak sedikit,” ungkapnya.
Saat ini, Afidah secara rutin memproduksi sekitar 100 botol jamu temulawak kemasan kecil setiap hari. Produk tersebut biasanya disimpan dalam freezer dan dapat habis dalam waktu dua hingga tiga hari.
Permintaan bahkan meningkat signifikan saat momentum tertentu, terutama Ramadan. Afidah mengungkapkan, saat bulan puasa, 100 botol jamu yang diproduksi dalam sehari dapat langsung habis.
“Waktu puasa kemarin, sekali bikin 100 botol langsung habis dalam satu hari. Malamnya bikin lagi untuk besok. Begitu terus,” katanya.
Selain jamu temulawak, Afidah juga memproduksi sejumlah jajanan lain, seperti kacang goreng, kacang telur kemasan toples, kolak kacang hijau, hingga jajanan pasar basah. Produk tersebut turut mendapat respons positif ketika dipasarkan melalui kegiatan Program Lontar.
Pendampingan Program Lontar juga berdampak terhadap perluasan pasar usaha Afidah. Jika sebelumnya pemasaran hanya mengandalkan konsumen di sekitar rumah, kini ia mulai menerima pesanan dari berbagai pihak, termasuk kegiatan internal perusahaan.
“Alhamdulillah, sekarang pesanan datang bukan hanya dari tetangga, tetapi juga dari kegiatan perusahaan,” imbuhnya.
Peningkatan penjualan tersebut turut memberikan dampak terhadap perekonomian keluarganya. Dari hasil usaha, Afidah dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan kedua anaknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik, Darmawan, mengapresiasi dukungan Program Lontar sebagai bagian dari program TJSL Petrokimia Gresik dalam mendorong pengembangan UMKM.
Menurut Darmawan, pendampingan yang diberikan kepada pelaku UMKM tidak hanya berfokus pada bantuan modal, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas manajemen usaha, literasi keuangan, strategi pemasaran digital, hingga akses permodalan.
“Melalui pelatihan yang terstruktur, para pelaku UMKM dibekali peningkatan kapasitas manajemen usaha, literasi keuangan, hingga strategi pemasaran berbasis digital. Selain itu, akses permodalan yang lebih mudah membantu pelaku usaha mengembangkan skala produksi dan memperluas jangkauan pasar,” tutur Darmawan.
Ia berharap program kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha dapat terus diperluas sehingga semakin banyak pelaku usaha mikro di berbagai sektor mendapatkan manfaat pendampingan.
Darmawan menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi UMKM di tengah perkembangan digitalisasi.
Pemanfaatan platform digital untuk promosi dan distribusi, lanjutnya, dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan omzet sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
“Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pelaku UMKM diharapkan terus diperkuat guna menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Petrokimia Gresik, Program Lontar, UMKM Gresik, UMKM Binaan, TJSL Petrokimia Gresik, Jamu Temulawak, Jamu Gresik, UMKM Naik Kelas


