SURABAYAONLINE.CO – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jember hingga Juli 2026 telah menembus Rp1 triliun dan menjangkau lebih dari 20 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Capaian tersebut menempatkan Jember sebagai salah satu daerah dengan penyaluran KUR yang kuat, terutama karena mayoritas pembiayaan mengalir ke sektor produksi.

Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, mengatakan pemerintah pada 2026 menyiapkan plafon KUR nasional sebesar Rp290 triliun untuk memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Hingga Juli 2026, realisasi penyaluran KUR secara nasional telah mencapai sekitar Rp160 triliun atau lebih dari separuh target yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain memperbesar akses pembiayaan, pemerintah juga memberikan stimulus bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro melalui penurunan suku bunga pembiayaan PNM Mekaar menjadi 8 persen, dari sebelumnya sekitar 20 persen.

“Pengusaha mikro dan ultra mikro yang mendapatkan pembiayaan melalui PNM nantinya akan memperoleh bunga 8 persen sebagai bentuk afirmasi kebijakan pemerintah,” kata Riza.

Menurut Riza, Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan realisasi penyaluran KUR terbesar di Indonesia. Hingga Juli 2026, nilai penyaluran KUR di provinsi tersebut mencapai sekitar Rp27 triliun kepada lebih dari 470 ribu pelaku UMKM.

Di Kabupaten Jember sendiri, penyaluran KUR telah melampaui Rp1 triliun kepada lebih dari 20 ribu UMKM. Menariknya, komposisi pembiayaan yang masuk ke sektor produktif juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Pada semester pertama 2026, sebanyak 69 persen penyaluran KUR di Jember dialokasikan untuk sektor produksi, sedangkan rata-rata nasional berada di kisaran 65 persen.

“Sebanyak 69 persen penyaluran KUR di Jember pada semester pertama masuk ke sektor produksi. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sekitar 65 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menilai kebijakan penurunan bunga PNM Mekaar menjadi 8 persen akan semakin meringankan beban pembiayaan pelaku usaha mikro sekaligus mempercepat pertumbuhan UMKM di daerah.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jember akan terus memperkuat ekosistem UMKM melalui program pendampingan yang mencakup penyediaan peralatan usaha, kemudahan akses permodalan, hingga pelatihan kewirausahaan.

“Kami akan melanjutkan program pendampingan UMKM melalui penyediaan peralatan, akses permodalan, dan pelatihan usaha agar pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya,” ujar Fawait.

Pemerintah berharap penguatan akses pembiayaan melalui KUR dan kebijakan bunga ringan PNM Mekaar mampu meningkatkan produktivitas pelaku UMKM, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat kontribusi sektor usaha mikro terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version