SURABAYAONLINE.CO – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perusahaan membukukan peningkatan volume penjualan, pendapatan, EBITDA, hingga laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi semester I 2026 yang telah melalui limited review, SIG mencatat volume penjualan sebanyak 18,28 juta ton, pendapatan Rp17,65 triliun, dan beban pokok pendapatan sebesar Rp13,85 triliun.

Sementara itu, EBITDA SIG tercatat sebesar Rp2,15 triliun, sedangkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, peningkatan permintaan semen nasional pada semester I 2026 berhasil dimanfaatkan perseroan untuk meningkatkan volume penjualan.

“Volume penjualan total sebanyak 18,28 juta ton, atau naik 5,6 persen yoy dari periode sebelumnya sebanyak 17,31 juta ton,” kata Vita.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong penjualan domestik yang meningkat 9,7 persen yoy. Segmen semen kantong menjadi salah satu kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 11,2 persen yoy.

Menurut Vita, pertumbuhan penjualan tersebut merupakan hasil transformasi strategi penjualan pasar mikro melalui penguatan retail sales hingga menjangkau toko-toko bangunan.

SIG juga memperkuat brand presence dan product knowledge di tingkat toko untuk meningkatkan edukasi sekaligus loyalitas konsumen.

Melalui program Akademi Jago Bangunan, SIG turut menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan untuk meningkatkan engagement dengan tenaga konstruksi.

Sejalan dengan peningkatan volume penjualan dan konsistensi menjaga disiplin harga, pendapatan SIG pada semester I 2026 meningkat 13,1 persen yoy menjadi Rp17,65 triliun.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan SIG tercatat sebesar Rp15,61 triliun.

Dari sisi biaya, perseroan menerapkan efisiensi secara disiplin dan konsisten. Hasilnya, beban pokok pendapatan tercatat meningkat 11,1 persen yoy, di tengah kenaikan volume penjualan serta biaya bahan bakar dan energi.

Sementara beban operasional, termasuk pendapatan dan beban operasional lainnya, meningkat 20,7 persen yoy. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi biaya promosi dan distribusi yang meningkat sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan.

SIG juga melakukan pengelolaan arus kas dan permodalan untuk menjaga likuiditas serta solvabilitas perusahaan.

Upaya tersebut membuat arus kas dari aktivitas operasi tetap positif sekaligus mendukung penurunan saldo utang. Dampaknya, beban keuangan bersih pada semester I 2026 turun 34,5 persen yoy karena adanya penurunan utang berbunga.

Sejumlah inisiatif strategis yang dijalankan SIG turut mendorong peningkatan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Laba tersebut melonjak 471 persen yoy menjadi Rp228 miliar. EBITDA juga meningkat 2,6 persen yoy menjadi Rp2,15 triliun.

Vita mengatakan kinerja tersebut menunjukkan ketahanan SIG dalam menghadapi tantangan industri melalui implementasi strategi transformasi.

Pencapaian tersebut juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara untuk memastikan transformasi BUMN menghasilkan kinerja nyata serta menciptakan nilai bagi negara dan pemangku kepentingan.

SIG melihat prospek penjualan pada semester II 2026 tetap positif seiring membaiknya permintaan semen domestik.

Pertumbuhan diperkirakan masih ditopang segmen semen kantong. Sementara segmen semen curah atau bulk mulai menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, pembangunan infrastruktur, investasi industri, dan hilirisasi.

Sebagai bagian dari strategi penguatan pasar, SIG kembali membangkitkan Semen Kujang, merek yang memiliki kedekatan dengan masyarakat dan sejarah pembangunan di Jawa Barat.

Kehadiran kembali Semen Kujang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konstruksi sekaligus memperkuat posisi SIG di pasar Jawa Barat melalui pendekatan merek yang lebih dekat dengan karakteristik dan potensi pasar setempat.

Transformasi SIG juga tidak hanya berfokus pada bisnis semen sebagai core business. Perseroan terus mengembangkan diri menuju Total Building Solution dengan pendekatan yang lebih customer-centric dan value-driven.

SIG mengembangkan berbagai produk turunan inovatif dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan konstruksi modern dan berorientasi masa depan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi industri bahan bangunan nasional. Pasalnya, industri semen saat ini baru berkontribusi sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi bangunan.

Artinya, masih terdapat sekitar 89 persen potensi dari bahan bangunan lainnya yang dapat dikembangkan.

“Dengan pengalaman satu abad lebih di industri bahan bangunan, SIG berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi konstruksi terintegrasi agar lebih berdaya saing dan mampu mengatasi dinamika industri yang menantang, sehingga terus dapat mencatatkan profitabilitas dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Vita.

Reporter: A. Arif

Editor: Moch. Ali Topan

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version