SURABAYAONLINE.CO – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Surabaya kembali menjadi rujukan nasional dalam pengembangan program pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi masyarakat. Kali ini, GOW Kota Tangerang melakukan kunjungan kerja sekaligus studi tiru ke Surabaya untuk mempelajari berbagai inovasi yang dijalankan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Kunjungan yang berlangsung di Gedung Siola Surabaya, Rabu (17/6/2026), menjadi ajang pertukaran pengalaman terkait program pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, hingga pengembangan UMKM yang selama ini dijalankan GOW Surabaya.

Rombongan GOW Kota Tangerang dipimpin Ketua GOW Kota Tangerang, Masturoh Sachrudin, dan disambut Sekretaris GOW Kota Surabaya, Dameria Triana Ambuwaru Lilik Arijanto, yang mewakili Ketua GOW Kota Surabaya, Rini Indriyani.

Dalam pemaparannya, Dameria menjelaskan bahwa GOW Surabaya yang berdiri sejak 1962 saat ini menaungi 47 organisasi perempuan dan terus berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dalam menjalankan berbagai program sosial, ekonomi, serta penguatan peran perempuan di masyarakat.

Salah satu program unggulan yang dipresentasikan adalah Garage Day, program bantuan sosial yang secara rutin disalurkan kepada keluarga kurang mampu di 31 kecamatan di Kota Surabaya. Program tersebut telah berjalan selama tiga tahun pada masa kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Selain itu, GOW Surabaya juga konsisten menyelenggarakan santunan bagi anak yatim dengan dukungan berbagai mitra, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kegiatan santunan tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni mendatang.

“Melalui berbagai program yang kami jalankan, kami ingin perempuan semakin percaya diri, produktif, memiliki kesempatan berkembang, sekaligus tetap mampu menjalankan perannya di dalam keluarga. Kolaborasi menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Dameria.

Di sektor ekonomi, GOW Surabaya turut mengembangkan Gebyar Wirausaha Perempuan, program yang digelar bersama komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya. Program tersebut menjadi sarana promosi, peningkatan kapasitas usaha, serta penguatan jaringan bagi pelaku UMKM perempuan.

Dalam kesempatan tersebut, GOW Kota Tangerang juga mendapatkan penjelasan mengenai strategi Pemkot Surabaya dalam memperkuat ekosistem UMKM melalui platform digital E-Peken yang saat ini menampung lebih dari 116 ribu produk lokal.

Optimalisasi E-Peken didukung kebijakan belanja ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang dilakukan secara rutin setiap bulan. Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan transaksi dan memperkuat perputaran ekonomi pelaku UMKM lokal.

Selain membahas program pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM, kedua organisasi juga menjajaki peluang kerja sama jangka panjang untuk memperluas dampak program di masing-masing daerah.

Dameria menegaskan GOW Surabaya terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik yang telah diterapkan selama ini guna mendukung penguatan organisasi perempuan di berbagai daerah.

“GOW Kota Surabaya menyambut baik peluang kerja sama ini dan akan membahasnya lebih lanjut bersama jajaran pengurus serta berkoordinasi dengan Ketua GOW Surabaya dan Wali Kota Surabaya. Kami berharap dapat menemukan berbagai bidang yang bisa dikolaborasikan sehingga kedua daerah saling mendukung dan saling menguatkan,” ujarnya.

Usai sesi diskusi, rombongan GOW Kota Tangerang diajak mengunjungi Surabaya Kriya Gallery (SKG) Siola untuk melihat secara langsung produk-produk unggulan UMKM lokal. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai potensi ekonomi kreatif Surabaya, termasuk 12 motif batik khas yang menjadi identitas budaya daerah.

Ketua GOW Kota Tangerang, Masturoh Sachrudin, mengaku terkesan dengan sinergi yang dibangun antara GOW Surabaya, Pemkot Surabaya, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta pengembangan UMKM.

Menurutnya, pola kolaborasi tersebut dapat menjadi referensi penting bagi Kota Tangerang dalam memperkuat peran organisasi perempuan sekaligus memperluas dukungan terhadap pelaku usaha mikro.

“Kami datang untuk belajar dan menggali praktik-praktik baik yang telah diterapkan di Surabaya. Banyak hal yang bisa menjadi inspirasi, terutama dalam membangun kolaborasi lintas sektor dan mendukung pengembangan UMKM perempuan,” kata Masturoh.

Ia menambahkan, salah satu ide yang akan dikembangkan di Kota Tangerang adalah menghadirkan pusat promosi UMKM yang lebih representatif dengan memanfaatkan aset pemerintah sebagai ruang pemasaran produk lokal.

Melalui kunjungan ini, GOW Kota Tangerang berharap dapat mengadopsi sejumlah program unggulan Surabaya guna memperkuat pemberdayaan perempuan dan meningkatkan daya saing UMKM di daerahnya.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version