SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Al-Akbar FishTech sekaligus memanen ratusan buah melon hasil urban farming di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS).
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah dan syiar keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak serta jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah melakukan penebaran benih sebanyak 2.000 ekor ikan lele, 1.000 ekor ikan patin, dan 1.200 ekor ikan nila merah pada enam kolam Al-Akbar FishTech.
Al-Akbar FishTech merupakan program budi daya ikan air tawar berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) yang dikembangkan oleh Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Sistem ini memungkinkan budi daya ikan dilakukan secara efisien, hemat air, dan ramah lingkungan sehingga sangat relevan diterapkan di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan.
Gubernur Khofifah mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kemakmuran masjid melalui pemberdayaan masyarakat yang produktif dan berkelanjutan.
“Ini adalah ikhtiar kami, salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Sekarang kita masuk ke sektor perikanan berbasis teknologi IoT. Sementara yang berbasis kolam langsung itu sudah cukup lama, maka sekarang kita buat berbasis teknologi IoT untuk beberapa jenis ikan,” kata Gubernur Khofifah, dalam rilisnya, Kamis (18/6).
Menurutnya, Al Akbar FishTech bisa menjadi referensi di masjid daerah masing-masing, mengembangkan ketahanan pangan berbasis komunitas sekaligus menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan lahan, efisiensi penggunaan air, serta kebutuhan masyarakat akan produk perikanan yang sehat, aman dan berkualitas.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memanen ratusan buah melon dari Green House Masjid Al Akbar Surabaya. Sedikitnya terdapat lima varietas melon yang dipanen, yakni Dalmatian sebanyak 163 buah, Inthanon RZ sebanyak 158 buah, Sweet Hami sebanyak 93 buah, Alisha F1 sebanyak 109 buah, dan Leoni sebanyak 23 buah.
Yang menarik, Green House Melon Masjid Al Akbar telah mengadopsi teknologi Smart Green House berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan dan otomasi budi daya melon secara real time sehingga produktivitas, kualitas hasil panen, serta efisiensi proses budidaya dapat terus ditingkatkan.
Melalui sistem IoT tersebut, petani dapat mengontrol suhu ruangan secara otomatis melalui pengoperasian kipas dan exhaust fan, memantau temperatur, intensitas cahaya dan kelembaban di dalam green house, hingga mengatur kebutuhan nutrisi dan tingkat keasaman (pH) tanaman secara otomatis melalui sistem auto dosing.(*)


