SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Perkumpulan Unit-Unit Reog Kota Surabaya (Purbaya) berhasil mengharumkan nama Kota Pahlawan setelah meraih Juara 3 Penyaji Terbaik dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026. Prestasi tersebut diraih dalam ajang bergengsi nasional yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 dan digelar di Kabupaten Ponorogo pada 11-14 Juni 2026.

Pengumuman pemenang festival reog dalam rangkaian Grebeg Suro 2026 tersebut, disampaikan dalam acara penutupan FNRP XXXI di Panggung Utama Alun-alun Ponorogo, Senin (15/6) malam.

Mewakili Pemkot Surabaya, Purbaya yang tampil dengan nomor urut 17 pada Sabtu (13/6), sukses memikat perhatian ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan. Penampilan yang mengangkat identitas budaya Kota Surabaya tersebut mendapat sambutan meriah dan mengantarkan Purbaya menembus tiga besar nasional.

Ketua Purbaya Surabaya Budi Sutrisno mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih tahun ini menunjukkan peningkatan yang terus dicapai Purbaya dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah seperti yang kita harapkan, Purbaya yang menjadi binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, mendapatkan peningkatan (prestasi) dari tahun ke tahun,” ujar Budi Sutrisno, Selasa (16/6).

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota Eri Cahyadi, cacak-nya arek-arek Suroboyo dan kepala Disbudporapar Surabaya. Terima kasih banyak atas support-nya selama kita latihan dan (mengikuti) kompetisi ini,” kata pria yang akrab disapa Mas Tris itu.

Menurut Mas Tris, keberhasilan Purbaya menembus tiga besar nasional tidak diraih secara instan. Ia menyebut latihan yang intensif, kedisiplinan, serta kekompakan tim menjadi faktor utama yang mengantarkan Purbaya meraih prestasi.  Ia menegaskan bahwa kedisiplinan, tanggung jawab, dan kekompakan merupakan tiga unsur yang harus dijaga oleh setiap anggota tim.

Prestasi yang diraih tahun ini juga melampaui target awal yang dipasang Purbaya. Saat memulai persiapan, tim hanya menargetkan masuk 10 besar. Seiring perkembangan latihan dan penyempurnaan penampilan, target kemudian dinaikkan menjadi lima besar.

Meski berhasil menembus podium nasional, Mas Tris menegaskan Purbaya tidak akan berpuas diri. Latihan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pertunjukan sekaligus menghadapi berbagai ajang reog di masa mendatang.

Mas Tris pun mengajak para generasi muda untuk turut berperan aktif dalam melestarikan seni reog sebagai salah satu warisan budaya bangsa. Menurutnya, keberlangsungan kesenian tradisional tidak lepas dari proses regenerasi yang dibangun melalui kemauan untuk terus belajar dan berlatih.(*)

 

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version