SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (DKUP) menggencarkan penguatan sektor usaha mikro dengan menggelar pelatihan anyaman bambu bertajuk “Menganyam Kreatif, Membangun Ekonomi Keluarga”. Kegiatan yang berlangsung di Centra Rumah Batik, Jalan Mastrip, Kamis (11/6/2026), tersebut diikuti 30 peserta dari pelaku UMKM craft dan kader PKK Kota Probolinggo.

Pelatihan yang digelar berkolaborasi dengan TP PKK Kota Probolinggo itu bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, Ketua Pokja 2 TP PKK Kota Probolinggo Wila, Kepala Disperinaker Retno Wandansari, serta sejumlah pelaku usaha kreatif.

Kepala DKUP Kota Probolinggo Agus Efendi mengatakan, pelatihan anyaman bambu menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendorong lahirnya produk kerajinan kreatif yang memiliki nilai jual tinggi dan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam teknik anyaman bambu, mendorong lahirnya produk kreatif yang bernilai jual, memperkuat daya saing UMKM, sekaligus melestarikan warisan budaya lokal,” kata Agus Efendi.

Menurutnya, potensi bambu yang cukup melimpah dapat dimanfaatkan menjadi produk unggulan daerah yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pelatihan ini mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui produk anyaman bambu yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin menegaskan bahwa pelatihan tersebut sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi keluarga yang menjadi fokus Pokja 2 TP PKK Kota Probolinggo.

Ia mengajak peserta untuk tidak berhenti pada proses pelatihan, melainkan mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.

“Jadikan keterampilan yang diperoleh sebagai awal untuk membangun usaha yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan menambah penghasilan keluarga. Kunci utamanya adalah kemauan, ketekunan, dan keberanian untuk terus berinovasi,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, Evariani menyebut hasil kerajinan anyaman bambu nantinya dapat dipasarkan melalui gerai Dekranasda Kota Probolinggo. Selain itu, pihaknya juga mendorong pembentukan paguyuban perajin anyaman bambu guna memperkuat jejaring usaha dan memperluas akses pemasaran produk.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis peralatan pelatihan kepada lima peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan keterampilan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pokja 2 TP PKK Kota Probolinggo, Wila, menjelaskan bahwa pelatihan anyaman bambu merupakan bagian dari program unggulan Rumah Pendidikan dan Keterampilan (Rumah Dilan) yang difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan keterampilan produktif.

Menurutnya, ke depan program serupa akan diperluas dengan menggandeng Disperinaker untuk menyasar pelajar putus sekolah agar memiliki bekal keterampilan dan peluang usaha mandiri.

“Potensi bambu yang melimpah di wilayah selatan Kota Probolinggo dapat menjadi kekuatan ekonomi lokal yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap muncul lebih banyak pelaku usaha kreatif berbasis kerajinan bambu yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga, memperkuat sektor UMKM, sekaligus melestarikan warisan budaya lokal di tengah perkembangan industri kreatif.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version