SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama dirinya menunaikan ibadah haji selama kurang lebih dua pekan. Menurutnya, momentum tersebut sekaligus menjadi pembuktian terhadap sistem birokrasi yang selama ini dibangun di lingkungan Pemkot Surabaya.

Wali kota dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri, Rini Indriyani. Selain itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto juga turut menunaikan ibadah haji pada periode yang sama.

Karena itu, selama menjalankan ibadah haji, tugas kepala daerah akan dijalankan oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sebagai pelaksana harian (plh). Sementara posisi plh sekda akan dijabat oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syamsul Hariadi.

“Insya Allah pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. Ini sekaligus menjadi pembuktian terhadap sistem yang sudah kami bangun,” kata Eri, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, selama dua minggu meninggalkan Surabaya, kinerja birokrasi akan benar-benar terlihat. Terutama dalam menjaga kecepatan pelayanan publik dan penanganan keluhan masyarakat dalam waktu 1×24 jam.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kota tidak boleh bergantung pada figur kepala daerah semata, melainkan pada kekuatan sistem birokrasi yang mampu bekerja cepat, tepat, dan konsisten melayani masyarakat.

Eri menegaskan, sebelum berangkat haji dirinya telah mengumpulkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk memastikan seluruh sistem pelayanan tetap berjalan optimal selama dirinya berada di Tanah Suci.

Ia menilai, birokrasi merupakan penentu utama keberhasilan pemerintahan karena masa jabatan kepala daerah bersifat terbatas, sementara pelayanan kepada masyarakat harus terus berjalan tanpa hambatan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pelayanan publik di Kota Pahlawan tetap berjalan maksimal meski dirinya akan menunaikan ibadah haji. Menjelang keberangkatannya, ia memberikan sejumlah perhatian khusus kepada para kepala dinas, mulai dari percepatan penanganan aduan warga hingga penguatan program pelayanan berbasis lingkungan.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah satu RW satu tenaga kesehatan (nakes). Eri meminta program tersebut benar-benar berjalan optimal saat dirinya kembali dari Tanah Suci nanti.

“Selama saya menjalankan ibadah haji, keluhan masyarakat harus tetap ditangani dengan cepat, maksimal 1×24 jam. Selain itu, program satu RW satu nakes juga harus sudah berjalan optimal ketika saya kembali,” katanya.

Tak hanya itu, Wali Kota Eri juga menekankan efektivitas program satu ASN satu RW yang selama ini dijalankan Pemkot Surabaya. Menurutnya, program tersebut mulai menunjukkan hasil positif karena mampu mendekatkan penyelesaian persoalan langsung di tingkat lingkungan warga.

Eri menambahkan, keberadaan hotline pengaduan masyarakat bukan sekadar saluran laporan, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis sistem.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version