SURABAYAONLINE.CO – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5/2026), menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menegaskan komitmen dalam meningkatkan kualitas sekaligus pemerataan pendidikan di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan refleksi atas capaian dan tantangan sektor pendidikan.

“Peringatan ini merupakan arahan dari pemerintah pusat. Kita tidak hanya merayakan keberhasilan, tetapi juga melihat dampak nyata dari pendidikan itu sendiri,” ujar Aries.

Pelaksanaan Hardiknas tahun ini digelar pada 4 Mei sebagai bentuk efisiensi, mengingat 2 Mei yang merupakan tanggal resmi peringatan jatuh pada hari Sabtu. Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari gangguan terhadap kegiatan belajar mengajar.

Dalam kesempatan itu, Aries mengungkapkan capaian pendidikan Jawa Timur menunjukkan tren positif. Salah satunya ditandai dengan peningkatan signifikan jumlah siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi.

“Capaian tahun ini sangat menggembirakan. Jumlah siswa yang masuk PTN meningkat signifikan, ini menunjukkan kualitas pendidikan kita terus berkembang,” katanya.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pendidikan di Jawa Timur juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menjadi indikator keberhasilan berbagai program pemerintah dalam mendorong kualitas pendidikan.

Meski demikian, Aries mengakui masih terdapat tantangan besar, terutama dalam pemerataan kualitas pendidikan di 38 kabupaten/kota.

“Kami menyadari masih ada sekolah yang membutuhkan perhatian serius. Dengan keterbatasan anggaran, kami terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar pembangunan dan perbaikan sekolah tetap berjalan,” tegasnya.

Mengusung tema “Pendidikan Semesta”, peringatan Hardiknas 2026 menjadi landasan bagi Pemprov Jatim untuk memperluas akses pendidikan yang merata dan berdampak.

Menurut Aries, tema tersebut sejalan dengan visi Gubernur Khofifah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berdaya guna.

“Pendidikan harus memberikan dampak nyata, tidak hanya pada aspek literasi tetapi juga pembentukan karakter siswa,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim mulai mendorong pembatasan penggunaan gadget di ruang kelas guna meningkatkan efektivitas proses belajar.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat program “link and match” antara dunia pendidikan dan industri, khususnya pada sekolah vokasi.

“Kami mengapresiasi dukungan pihak swasta seperti Astra. Kolaborasi ini penting agar lulusan SMK siap terjun ke dunia kerja,” jelasnya.

Aries menambahkan, pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan dunia industri menjadi kunci utama.

Momentum Hardiknas 2026 ini diharapkan menjadi titik awal percepatan reformasi sistem pendidikan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri, sekaligus memastikan pemerataan kualitas pendidikan di Jawa Timur.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version