SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Seorang pria paro baya tergeletak dalam kondisi bersimbah darah dan tak bernyawa. Korban ditemukan di di Jalan Pragoto II, Kelurahan Simolawang, Surabaya, Kamis (23/4) sekitar pukul 05.00 WIB.

Diketahui korban beridentitas M Jais (60) warga Jalan Sencaki, Simokerto, Surabaya. Ditemukan beberapa lubang bekas tancapan benda tajam di tubuh M. Jais. Diduga jenis sajam celurit.

Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik membenarkan adanya kejadian pembunuhan tersebut. Anggota yang menerima laporan dari masyarakat langsung menuju lokasi kejadian.

Informasi yang didapat anggota, pelaku diduga lebih dari dua orang. “Informasinya pelaku yang kita dapatkan lebih dari dua orang,” katanya di Mapolsek Simokerto.

Keterangan Kompol Zainul Rofik bahwa antara pelaku dan korban masih kerabat saudara. Sedangkan info dari warga setempat pelaku pembacokan adakah MAN warga Rusun Sumbo Blok H, Jalan Sumbo, Simokerto.

MAN dibantu oleh beberapa teman dalam melangsungkan aksi pembacokan.  Seorang warga Rusun Sumbo berinisial BB membenarkan antara pelaku dan korban masih kerabat.

“Iya saya dengar bahwa ada kejadian tidak jauh dari Rusun Sumbom tepatnya di Jalan Pragoto. Yang dibacok Pak Jais masih keluarga pelaku. Pelaku itu tinggal di Rusun Sumbo sini. Ayah pelaku tukang becak. Pelaku yang membacok adalah residivis kasus narkoba dan bebas 1 tahun yang lalu,” cerita BB.

Info motif pembacokan dikarenakan adalah karena hal transaksi narkoba juga diungkapkan BB. “Ada info motif pembacokan dikarenakan asmara. Saya rasa kurang tepat. Paling-paling masalah narkoba. Gak tahu MAN ini pernah dilaporkan Jais kepada polisi atau tentang transaksi narkoba tidak sesuai kesepakatan,” tambah BB.

Pihak Polsek Simokerto bersama Unit Jatanras Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan siapa pelakunya. Juga dari info yang ada, polisi telah mengantongi nama nama pelaku, dan dilakukan pengejaran. Barang bukti sementara yang disita dari korban baju sama sepatu. Untuk jenazah dievakuasi petugas ke RS Bhayangkara Polda Jatim.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version