SURABAYAONLINE.CO – Ketua DPC PKB Sidoarjo H. Abdillah Nasih menyampaikan pesan khusus kepada semua anggota,kader/peserta yang hadir dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang bakal digelar Sabtu (4/4) besok untuk mentaati semua mekanisme Muscab sebagaimana telah diatur Juklak/Juknis Muscab PKB.
menurut Cak Nasik,panggilan akrab politisi serta legislator PKB ini guna selain memastikan sikap semua kader partai tetap tegak lurus dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) nanti.
Sekaligus juga menghindari kemungkinan munculnya intrik dan manuver serta gerakan politik diluar mekanisme dan peraturan partai yang issu_nya akan dilakukan sejumlah oknum kader.
Himbauan ini menurutnya sangat penting dilakukan karena ia menyakini siapapun bakal calon (Balon) ketua Tanfidz maupun syuro hasil pemetaan dan penjaringan tim 7 yang disosialisasikan DPP PKB dalam Muscab nanti adalah para kader terbaik yang sudah teruji loyalitas dan integritasnya.
“Kader loyal itu wajib, harga mati, titik. Loyal, integritas dan istikhomah, selesai. Logikanya semua kader PKB itu tegak lurus. Kalau tidak tegak lurus berarti bukan di sini tempatnya,” papar Abdillah Nasih, yang hadir bersama Ketua Syuro DPC PKB KH. Athoillah dalam giat Istighosah (doa bersama) di aula kantor DPC PKB Sidoarjo, pada Kamis (2/4).
Cak Nasih mengemukakan Muscab DPC PKB Sidoarjo yang akan digelar pada Sabtu (4/3/2026) malam di Fave Hotel, sudah selesai dipersiapkan secara matang, dan on the track,–mulai dari venue Muscab, berikut akomodasinya maupun materi, termasuk isu-isu yang menjadi pembahasan para peserta dalam sidang pleno.
Juga penyebaran undangan bagi peserta Muscab terdiri unsur PAC PKB (tingkat kecamatan),–masing-masing PAC terdiri lima orang dari jajaran pengurus dan seluruh pengurus DPC dari jajaran tanfidz maupun syuro dan anggota fraksi PKB DPRD Sidoarjo. Para ketua lembaga maupun badan otonomi partai ikut pula diundang sebagai peserta Muscab.
Dalam prosesinya, lanjut Cak Nasih yang juga menjabat Ketua DPRD Sidoarjo ini mengatakan, pihak panitia mengundang para pengurus partai lain. Juga para ulama, masyayikh dan jajaran pengurus PC NU Sidoarjo beserta banomnya maupun organisasi kemasyarakatan lainnya untuk hadir dalam acara pembukaan Muscab.
“Jumlah peserta Muscab sendiri sekitar 160-an, dan tentunya juga hadir dari DPW dan DPP. Insyallah, kita mendapat kehormatan yang hadir adalah Sekjen DPP,” katanya.
Sesuai agenda Muscab, pihak pengurus DPC PKB Sidoarjo menyampaikan laporan kinerja masa bakti 2021-2026. Lalu pihak DPP mengumumkan Balon ketua Tanfidz maupun Syuro DPC PKB Sidoarjo yang merupakan hasil pemetaan dan penjaringan tim 7.
Selanjutnya para peserta Muscab, selain memberikan tanggapan sebagai evaluasi terhadap laporan kinerja pengurus partai, juga mempunyai hak membuat catatan-catatan terhadap bakal calon yang diumumkan oleh DPP tersebut. “Namanya saja bakal calon, tentunya jumlahnya bisa lebih dari satu orang, bahkan bisa 4 orang atau 5 orang lebih,” jelasnya.
Lalu para peserta dalam dalam memberi catatan bisa saja bersifat menerima atau menolak yang tentunya dengan berbagai argumentasi. Peserta bisa pula membuat usulan nama bakal calon di luar nama-nama yang diumumkan DPP. “Namun apakah diakomodir, keputusannya tetap mutlak di DPP. Itulah mekanisme sesuai hasil muktamar di Bali,” tegas Cak Nasih.
Apakah peserta Muscab diberi ruang mengusulkan nama di luar kader? Cak Nasih justru mempertanyakan sikap mereka bila ada yang usul seperti itu. “Ngapain mengusulkan orang luar sebagai bakal calon. Justru yang perlu ditanyakan adalah loyalitas dan integritas mereka jika sampai usul orang luar. Karena PKB sendiri mempunyai banyak kader yang sudah teruji loyalitas dan integritasnya. Juga rekam jejaknya dalam membesarkan partai, dan tidak pernah berkhianat,” tegasnya.
Pihaknya juga memastikan tidak segan-segan memberi sanksi bagi mereka yang tidak bersikap loyal dan berintegritas terhadap partai. “Jadi mereka tidak loyal dan tidak tegak lurus, berarti orang luar. (Fid/Rin)


