SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Literasi digital sangat penting bagi para ibu sebagai benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di dunia maya. Ancaman tersebut tidak hanya berupa konten negatif, tetapi juga praktik berbahaya seperti judi online (judol), pinjaman online (pinjol), hingga perundungan di dunia maya atau cyberbullying.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai oleh anak-anak, peran ibu tidak lagi hanya sebatas pengasuhan konvensional di rumah. Para orang tua, khususnya ibu, juga dituntut memahami perkembangan dunia digital agar dapat mengawasi, membimbing, sekaligus memastikan anak menggunakan gadget secara aman.
“Literasi digital itu penting. Literasi digital sebenarnya kepedulian seorang ibu kepada anak-anaknya, kepada keluarganya. Bagaimana menggunakan gadget sesuai dengan kemampuannya dan sesuai dengan umurnya,” kata Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, Jumat (13/3).
Untuk memperkuat edukasi tersebut, Bunda Rini menjelaskan bahwa TP PKK Surabaya menjalin kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah (PD), seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB).
Melalui kerja sama tersebut, TP PKK Surabaya menggelar program parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang dilaksanakan hingga tingkat kelurahan dan RW. “Kita berkolaborasi dengan dinas terkait. Salah satunya di DP3APPKB. Kita mengadakan parenting Puspaga di masing-masing RW,” ungkap Bunda Rini.
Dalam program tersebut, para ibu mendapatkan berbagai materi penting yang berkaitan dengan ancaman di ruang digital, seperti judi online dan pinjol. “Jadi kita beri edukasi lebih kepada ibu-ibunya,” tuturnya.
Selain itu, TP PKK Surabaya juga menjalankan program Kilas (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual). Program ini berfokus pada upaya pendampingan terhadap anak agar terhindar dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan yang terjadi melalui media digital.
“Ada di 2.400 RW yang sudah kita datangi. Jadi mereka sudah mendapatkan edukasi para orang tuanya. Karena sekarang itu yang perlu diedukasi bukan hanya anaknya, tapi orang tuanya juga penting,” katanya.
Tak hanya menyasar orang tua yang memiliki anak usia dini, TP PKK Surabaya juga mengembangkan program Kemangi (Kelas Remaja-Orang Tua Tangguh, Kreatif dan Mandiri). Program ini difokuskan pada keluarga dengan anak remaja, untuk memperkuat komunikasi dan pendampingan antara orang tua dan anak dalam menghadapi tantangan dunia digital.
Meski begitu, Bunda Rini juga mengakui bahwa ancaman terhadap anak saat ini tidak lagi hanya berbentuk kekerasan verbal atau fisik di lingkungan sekitar. Tetapi, ancaman juga berkembang dalam bentuk kekerasan digital seperti cyberbullying yang dapat terjadi melalui media sosial.(*)


