SURABAYAONLINE.CO – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Grand Wisata Bekasi. SK tersebut bernomor 21/KEP/ILO/B/2026 dan diterbitkan pada 15 Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan 4 Maret 2026.
Penerbitan keputusan tersebut dilakukan setelah adanya rekomendasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bekasi. Dengan terbitnya SK tersebut, status organisasi Muhammadiyah di kawasan Grand Wisata Bekasi resmi meningkat dari tingkat ranting menjadi pimpinan cabang.
Lingkup kerja PCM Grand Wisata Bekasi meliputi seluruh kawasan Perumahan Modern Grand Wisata Bekasi yang memiliki luas sekitar 1.500 hektare. Kawasan ini berada di dua wilayah administratif, yakni Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, serta mencakup tiga kecamatan yaitu Tambun Selatan, Mustika Jaya, dan Setu.
Pembentukan PCM ini bukan sekadar peningkatan status organisasi, tetapi juga perluasan tanggung jawab Muhammadiyah dalam menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran Islam demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya di kawasan Grand Wisata Bekasi.
Sebagai kota mandiri, Grand Wisata Bekasi berkembang menjadi pusat konsentrasi perumahan modern, pelayanan umum, industri jasa, dan perdagangan. Pertumbuhan kawasan tersebut memicu aktivitas ekonomi perkotaan yang membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat urban.
Namun di sisi lain, perkembangan kawasan modern juga berpotensi menimbulkan kesenjangan ekonomi antara penduduk asli dengan warga pendatang, serta tantangan dalam interaksi sosial di masyarakat.
Dalam konteks inilah keberadaan Muhammadiyah dinilai sangat strategis untuk berkontribusi melalui berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Warga Muhammadiyah di Grand Wisata menyambut amanah pembentukan cabang ini dengan penuh tanggung jawab. Sejumlah ranting Muhammadiyah di kawasan tersebut terus dimatangkan untuk memperkuat struktur organisasi.
Saat ini telah terbentuk tiga ranting Muhammadiyah, dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah seiring perkembangan kawasan perumahan Grand Wisata Bekasi.
Keunikan dalam proses penyusunan kepengurusan Muhammadiyah juga terlihat dalam pembentukan PCM ini. Banyak anggota yang enggan mencalonkan diri sebagai ketua dan hanya bersedia menerima amanah apabila ditunjuk oleh musyawarah organisasi.
Sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid atau pembaruan. Dalam kepribadiannya, Muhammadiyah menekankan sejumlah nilai penting yang harus dijaga oleh seluruh warganya.
Nilai tersebut di antaranya berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, bersikap lapang dada dan luas pandangan, aktif dalam pembangunan masyarakat, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
Sejak masih berstatus ranting, Muhammadiyah Grand Wisata telah aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Kegiatan tersebut antara lain santunan sosial, khitanan massal, serta program Jumat Berkah yang menyediakan sarapan gratis bagi fakir miskin.
Selain itu, Muhammadiyah juga melakukan pembinaan serta bantuan permodalan bagi para pedagang starling (Starbucks keliling) sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.
Dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah Grand Wisata tengah mengembangkan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA). Lembaga pendidikan ini berkembang pesat dengan peserta didik yang berasal dari berbagai latar belakang, baik warga asli maupun penghuni perumahan.
Sistem pembiayaan pendidikan di TK ABA menerapkan konsep subsidi silang, di mana siswa dari keluarga mampu membantu pembiayaan siswa dari keluarga kurang mampu. Yayasan juga menerapkan prinsip zero profit dalam pengelolaannya.
Ke depan, TK ABA tersebut direncanakan berkembang menjadi sekolah dasar unggulan berbasis nilai-nilai Muhammadiyah.
Selain pendidikan, Muhammadiyah Grand Wisata juga sedang membangun Graha Muhammadiyah berupa gedung tiga lantai yang akan difungsikan sebagai pusat kegiatan keislaman dan kemuhammadiyahan.
Gedung tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pendidikan, pelatihan dan pengkaderan, pusat dakwah, perkantoran organisasi, layanan kesehatan melalui rintisan Pembina Kesejahteraan Umat (PKU), hingga fasilitas kegiatan sosial masyarakat.
Sebagai bagian dari layanan sosial, Muhammadiyah Grand Wisata juga telah menyediakan mobil ambulans gratis bagi warga Muhammadiyah dengan tarif pelayanan nol rupiah.
Semangat pengabdian Muhammadiyah tetap berpegang pada pesan pendirinya, Ahmad Dahlan.
“Dadiyo Kyai sing kemajuan, lan ojo kesel-kesel anggonmu nyambut gawe kanggo Muhammadiyah,” yang berarti Jadilah kiai yang berkemajuan dan jangan lelah bekerja untuk Muhammadiyah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh kader Muhammadiyah agar terus berkontribusi bagi umat, masyarakat, dan bangsa melalui gerakan dakwah serta amal usaha yang berkelanjutan.


