Oleh: Gatot Sundoro
SURABAYAONLINE.CO – Bagi orang awam, bau mulut orang yang sedang berpuasa menimbulkan aroma yang tidak sedap. Hal ini dikarenakan oleh penurunan produksi air liur, sehingga bakteri berkembang biak.
Namun dihadapan ALLOH SWT bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada aroma harumnya minyak kesturi.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda:” Umatku dikaruniai lima keistimewaan pada bulan ramadhan yang belum pernah diberikan kepada umat umat sebelum mereka : (1) Bau mulut orang yang berpuasa lebih disukai oleh ALLOH daripada wanginya minyak kesturi, (2)…….(HR. Ahmad dan Baihaqi)
Para ulama besar berbeda penafsiran masalah ‘bau mulut’ orang yang berpuasa:
1. Bahwa di akhirat nanti, ALLOH SWT akan mengganti bau mulut orang yang berpuasa dengan keharuman yang lebih harum dan lebih segar dari minyak kesturi.
2. Pada hari kiamat saat manusia dibangkitkan dari kubur, ada kelompok besar manusia dengan bau mulutnya lebih harum dari minyak kesturi. Inilah kelompok manusia ahli puasa.
3. Bau mulut orang yang berpuasa yang lebih harum dari minyak kesturi; menunjukkan hubungan kasih sayang antara ALLOH SWT dan hamba-NYA yang berpuasa (Kita meyakini meskipun bau mulut orang yang sangat dicintai tidak enak, bagi yang mencintai, bau tersebut lebih harum daripada seribu minyak wangi)
Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling disukai oleh ALLOH SWT, sebuah hadits menyatakan bahwa setiap amalan akan dibawa oleh para malaikat, namun lain dengan puasa.
ALLOH berfirman:” AKU sendiri yang akan memberikannya, karena puasa hanya untuk-KU.”


