SURABAYAONLINE.CO, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan program Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi mitra pengemudi transportasi online di Indonesia. Grab menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan komitmennya melalui peningkatan signifikan Program BHR 2026.
Pada tahun 2026, Grab meningkatkan alokasi anggaran BHR dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu menjadi sebesar Rp100-110 miliar. Peningkatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas program, tetapi juga memperbaiki struktur nominal di berbagai kategori penerima.
Program BHR 2026 dibagi ke dalam tujuh kategori. Masing-masing untuk mitra pengemudi roda 2 dan roda 4, yang disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra sepanjang periode penilaian.
Menurut Chief Executive Officer, Grab Indonesia Neneng Goenadi, Grab senantiasa mendukung program Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Sekaligus membuka lebih banyak kesempatan berusaha bagi masyarakat di berbagai daerah.
“Model kemitraan yang fleksibel mencerminkan semangat ekonomi kerakyatan dan gotong royong, memberi lebih banyak orang kesempatan untuk berusaha, serta membantu banyak keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” jelas Neneng Goenadi, Rabu (4/3).
BHR 2026, lanjutnya, merupakan bentuk penghargaan tulus Grab kepada seluruh mitra pengemudi dengan produktivitas tinggi yang setiap hari melayani masyarakat Indonesia. Program ini lahir dari itikad baik dan disusun berdasarkan produktivitas para mitra pengemudi. “Melalui BHR 2026, kami ingin memastikan dukungan yang berdampak langsung dan benar-benar dirasakan oleh para mitra pengemudi, khususnya di bulan yang penuh berkah ini,” imbuh Neneng.
Untuk kategori penerima tertinggi, mitra GrabBike dapat menerima hingga Rp850.000 dan mitra GrabCar hingga Rp1.600.000. Sementara itu, pada kategori nominal terendah, terjadi peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat menjadi Rp150.000 untuk GrabBike dan Rp200.000 untuk GrabCar.
Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri dan mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver.
Sebelumnya, dalam konferensi pers, Selasa (3/3), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian serta komunikasi intensif dengan seluruh perusahaan aplikator untuk memastikan BHR 2026 berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Ia menyampaikan bahwa secara nasional, program BHR tahun ini akan menjangkau sekitar 850.000 mitra pengemudi aktif dari seluruh aplikator. Dari jumlah tersebut, lebih dari 400.000 mitra pengemudi berasal dari ekosistem Grab, sejalan dengan skema berbasis produktivitas aktif di platform.(*)


