SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Dua petugas pembersih kaca sebuah apartemen tersangkut tali pelindung dan terpelanting saat hujan deras serta angin kencang melanda Surabaya, Senin (3/2) sore. Salah seorang petugas tewas, sementara lainnya terluka.

Korban sebelumnya terlihat terpontang panting di ketinggian ketika gondola atau suspended scaffolding (perancah gantung) yang digunakan untuk pekerjaan gedung bergoyang hebat diterpa angin.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Eddy Suparno (51) warga Jalan Tambak Wedi Baru VII, Surabaya. Sedangkan satu korban lagi bernama Ribut Boediyanto (56) warga Tambak Wedi Baru VIII. Dia masih hidup dan harus menjalani perawatan intensif.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya Laksita Rini Sevriani juga membenarkan peristiwa tersebut. “Infonya yang satu orang meninggal dunia. Untuk data nanti ya, belum selesai evakuasinya,” jelasnya saat dikonfirmasi.

“Jadi yang satu sudah terevakuasi, dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah kondisi masih sadar. Yang satu ini masih proses menurun dari lantai 25, kondisi MD (meninggal dunia),” kata Kabid Pemadam Kebakaran Surabaya M. Rokhim, Senin (2/3/).

Ia memastikan keduanya berada di satu gondola saat proses evakuasi. Ia menduga, penyebab insiden tersebut dikarenakan angin kencang. Korban terluka karena terpelanting, kendati telah gunakan alat keselamatan kerja. “Angin kencang ini. Angin kencang sekali sama hujan tadi ini,” tuturnya.

Rokhim mengungkapkan saat ini proses evakuasi dan bantuan medis masih menjadi prioritas. Termasuk menggali penyebab insiden tersebut.

Dari pantauan di lokasi kejadian, sekitar TKP dipadati warga dan pengunjung apartemen. Mereka memadati dan mengabadikan momen tersebut.

Sejumlah petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Pemadam, hingga Kepolisian telah berada di TKP. Proses evakuasi korban melibatkan  2 Unit Team Rescue  dan 1 Unit Team Rescue Wiyung. Jalannya evakuasi selesai pada pukul 17.40 WIB.(*)

 

 

 

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version