SURABAYAONLINE.CO – Suasana penutupan Tanggulangin Fair 2026 benar-benar terasa seperti pesta rakyat. Sejak sore, stan UMKM masih ramai dikunjungi warga yang ingin berburu produk lokal, mulai dari tas kulit Tanggulangin, makanan khas Sidoarjo, sampai kerajinan unik buatan anak muda.
Di jalanan sekitar lokasi, deretan Vespa klasik dan VW antik berjejer rapi, seolah jadi pameran otomotif dadakan yang bikin pengunjung makin betah nongkrong.
Mak Mimik, sapaan akrab Wakil Bupati Hj Mimik Idayana, hadir langsung dan menyapa warga dengan senyum hangat. Ia bangga melihat UMKM Sidoarjo tampil percaya diri, bukan hanya sekadar bertahan, tapi siap bersaing di leveI nasional bahkan internasional. “Tanggulangin Fair ini etalase kreativitas kita. Harapannya, UMKM bisa naik kelas,” ujarnya.
Kepala Disperindag, Widyantoro Basuki, juga tak kalah semangat. Ia mengingatkan bahwa membeli produk UMKM berarti ikut menggerakkan ekonomi keluarga pelaku usaha. “Setiap produk yang dibeli, dampaknya langsung terasa di dapur mereka,” katanya.
Sementara itu, komunitas Vespa dan VW jadi magnet tersendiri. Umar Faruk, Ketua Scooter Club Sidoarjo, menegaskan bahwa kehadiran komunitas bukan sekadar ajang kumpul atau ngopi. “Kami ingin menunjukkan kalau komunitas otomotif bisa berkontribusi nyata untuk UMKM dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Penutupan ini bukan hanya akhir sebuah acara, tapi juga simbol semangat kolaborasi. UMKM, pemerintah, dan komunitas bergandengan tangan membuktikan bahwa Sidoarjo di usia ke-167 tahun bukan sekadar merayakan sejarah, tapi sedang menulis bab baru tentang kreativitas dan kebersamaan. (Rin)


