SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kloter Embarkasi Surabaya tahun 1447 H/ 2026 M. Acara ini diadakan di Asrama Haji Surabaya, Rabu (4/2).

Secara khusus, Gubernur Khofifah berpesan kepada 626 peserta diklat untuk membersihkan hati menguatkan niat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa seluruh PPIH harus memiliki kecakapan teknis, pemahaman regulasi dan juga kepekaan serta empati. Terutama karena Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah jemaah haji terbesar di Indonesia.  “PPIH memiliki peran yang sangat strategis sekaligus garda terdepan mendampingi jemaah haji secara langsung di lapangan,” kata Khofifah.

“Ada tanggung jawab moral yang besar untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan bermartabat sejak keberangkatan, pelaksanaan ibadah hingga kembali ke Tanah Air,” imbuhnya.

Khofifah pun menegaskan tantangan penyelenggaraan ibadah haji semakin kompleks. Sehingga menuntut profesionalisme, komunikasi efektif, serta koordinasi yang solid antar petugas.  Sebab, PPIH Embarkasi Surabaya akan mengemban tugas berskala nasional yang mana jemaah tidak hanya berasal dari Jawa Timur melainkan Bali dan Nusa Tenggara Timur.

“Saya berharap bapak dan ibu tidak hanya dibekali kecakapan teknis dan pemahaman regulasi, tetapi juga diperkaya dengan kepekaan, empati, serta kemampuan bekerja dalam tim,” jelasnya.

Mengingat masih banyak waktu untuk bersiap, Khofifah meminta ditambahkan sosok fiqhun nisa bagi jemaah perempuan. Yang diharapkan bisa membantu menjawab pertanyaan para jamaah perempuan terutama mereka yang berusia produktif.  “Pada posisi ini menambahkan keilmuan dari petugas PPIH kloter terkait fighunisa yang menurut saya sangat penting,” ungkapnya.

Terkait penyelesaian jamaah haji perempuan terutama usia subur juga dibutuhkan buku pegangan saat manasik haji untuk menambah keilmuan petugas PPIH terkait fighunisa.

Khofifah berharap pelatihan untuk seluruh Peserta Diklat PPIH Kloter Embarkasi Surabaya dalam mengemban tugas melayani umat Allah diberi kelancaran dan kemudahan.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo meminta kepada seluruh peserta diklat petugas haji memanfaatkan waktu selama 10 hari ke depan dengan menguasai tugas masing-masing. Sehingga ketika di lapangan tinggal melayani sepenuh hati, berintegritas dan disiplin.  “Disiplin merupakan pondasi dan cermin negara melayani tamu Allah,” ungkapnya.

Turut hadir Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur Mohammad As’adul Anam, para alim, ulama, masyayikh, kiai, nyai, para narasumber, fasilitator diklat, serta peserta diklat PPIH Kloter Embarkasi Surabaya. (*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version