SURABAYAONLINE.CO, Pacitan – Tiga fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang telah menjalani Training of Facilitators (ToF) Batch#2 menjalani praktik magang dan pengabdian. Seperti diketahui, Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur telah menggelar ToF Batch#2 pada 10-11 Januari 2026 lalu di Sidoarjo.

Ketiga fasilitator tersebut adalah Rina Susiantri, Kholil Kusairi, dan Anang Susanto. Mereka mendapatkan pendampingan dari Fasilitator SPAB SRPB Jawa Timur, Djoemadi. Sedangkan sasarannya adalah SDN Purworejo, Desa Purworejo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Rabu, 28 Januari 2026.

Plt. Kepala SDN Purworejo Endang Pamulasih mengungkapkan, di Desa Purworejo ini ada beberapa ancaman bencana. Di antaranya gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. “Sangat penting dan perlu adanya edukasi untuk seluruh warga sekolah agar mereka tanggap bagaimana menghadapinya,” ungkapnya.

Sedangkan Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Arif Setyadi mengatakan, SDN Purworejo merupakan salah satu satuan pendidikan dasar yang mengawali SPAB.  “Terima kasih kepada SDN Purworejo yang secara mandiri  menjalin kerja sama eksternal, dan berupaya untuk membekali guru dan murid untuk siaga bencana. Semoga SPAB-nya berkelanjutan,” ucapnya.

Para peserta SPAB ini berasal dari guru dan tenaga kependidikan, ketua komite sekolah, dan siswa kelas 1 hingga 6. Pengawas SD dari Dinas Pendidikan Pacitan Supriyono mengaku salut atas apa yang dilaksanakan. “Ini menjadi bagian dari kewaspadaan meski bencana adalah hal yang tak diharapkan. Bencana bisa saja terjadi kapan saja, dan harus siap untuk selamat,” katanya saat membuka acara.

Sementara, Fasilitator SPAB SRPB Jawa Timur Djoemadi  menggarisbawahi pentingnya sarana dan prasarana yang memadai, manajemen Tim Satuan Bencana Sekolah (TSBS), dan edukasi secara berkesinambungan. “Hal ini dapat memberikan hasil optimal dalam pelaksanaan SPAB, menjadi sekolah yang tangguh dan cerdas dalam menghadapi bencana,” katanya.

Para peserta juga mendapatkan praktik simulasi bencana. Mereka sangat antusias mengikuti praktik tersebut. Apalagi, sekolah ini juga dekat dengan kawasan yang rawan bencana.(*)

 

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version