SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Ditemukan mayat berjenis kelamin pria dengan kondisi bersimbah darah di depan Warkop Cooffe Black, Jalan Wonokusumo Jaya Surabaya, Minggu (18 /1) pukul 05.45 WIB.

Korban tewas menggunakan sarung dan peci warna putih namun tidak mengunakan pakaian. Di samping mayat yang bersimbah darah tersebut terdapat motor Yamaha warna biru tua nopol L 5506 DAM.

Evakuasi mayat pria tanpa identitas dilakukan oleh petugas gabungan  Polsek Semampir, Inafis Polres Tanjung Perak dan BPBD Surabaya, dilanjutkan korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

Dari tewasnya pria tanpa identitas itu, kemudian pihak Polsek Semampir dan Polres Tanjung Perak melakukan olah TKP. Dari olah TKP itulah diketahui bahwa  korban tewas di warung kopi ternyata sebelumnya telah dianiaya dengan cara dibacok menggunakan benda tajam. Beberapa luka di tubuh korban mulai dari perut kanan, kaki, dan pungung, akibat tusukan benda  tajam.

Kanit Reskrim Polsek Semampir Iptu Su’ud mengatakan, korban sebelum mengembuskan napas terakhir di warkop, terlebih dahulu ditusuk di depan rumah Jalan Wonokusumo Jaya No.14. “Karena ditemukan bersimbah darah di sekitar rumah tersebut,” ujarnya, Minggu (18/1).

Wakil Ketua RWXI Kecamatan Semampir Anwar saat ditemui mengungkapkan bahwa pelaku pembacokan ada 4 orang mengunakan mobil.Pembacokan dilakukan di depan rumah No.14 berjarak 60 meter dari robohnya korban.

“Jadi kejadian ditemukan pria itu tewas ikut RT 01. Namun dia dibacok ikut RT 04. Saat korban dibacok ada seorang ibu yang akan ke pasar mengetahuinya. Tapi karena ketakutan ibu itu lari dan hanya melihat 4 orang membacok satu orang yang posisinya masih di atas motor,” ujar Anwar.

Anwar juga memberikan keterangan terkait identitas korban warga mana, tidak diketahui.  “Korban bukan orang sini (Wonokusumo  Jaya). Pelaku pun bukan orang sini tapi membawa mobil warna putih kalau gak salah sesuai cerita ibu yang melihat tadi,” tambah Anwar.

Terungkap siapakah korban pembacokan bernama Umar (34) warga Jalan Kedungmangu, Surabaya.  Identitas korban diketahui setelah Harian Bangsa mencoba mendatangi rumah atas nama yang berada di STNK motor korban pembacokan bernopol L 5506 DAM.  Dari STNK itu atas nama MZAK alias Abidin, alamat Dupak Bangunsari, Surabaya.

Saat di rumah Abidin ternyata tidak ditemukan karena telah pindah tempat tinggal. Sedangkan orang tua Abidin, yaitu Bukhori masih di alamat yang sama. Dalam keterangannya terungkap bahwa motor putra pertamanya itu telah digunakan temanya sejak 5 bulan yang lalu.

Motor putranya digunakan Umar karena mereka saling kenal dan pernah tergabung di komunitas Biker Scoopy. Hal itu dikatakan Abidin saat disamping ayahnya, Bukhori. “Saya kenal dengan Umar dikenalkan oleh Fauzen yang juga tergabung di Komunitas Bike Scoppy,” ujar Abidin, Minggu (18/1).

Kapolsek Semampir Kompol  Herry Iswanto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. “Masih kita lidik kasus ini. Smoga pelaku cepat tertangkap,” tegasnya.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version