SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Diduga bangunan rumah dua lantai tidak sesuai spek fungsinya, menyebabkan Nanang (52) warga Jalan Dupak Timur II, terjatuh dari ke lantai bawah dekat dapur. Peristiwa yang menimpa bapak dua anak itu terjadi pada Rabu (7/1) pukul 05.00 WIB. Sisi belakang rumah lantai dua mengalami ambrol seluas 3×2 meter.
Sebelum ambrol sempat terdengar suara retakan. Hal itu diungkapkan Safitri (51), istri Nanang. “Sebenarnya pada malam hari itu sempat terdengar ada suara retakan, sepertinya di bawah lantai dua. Lantai dua atau yang atasnya dapur dan kamar mandi dipergunakan untuk kamar tidur saya dan suami dan anak kedua yang masih SD,” ujarnya Safitri, Rabu (7/1).
Dan pada pukul 05.00 WIB, suara retakan kembali terdengar dan kian keras. “Karena kami curiga kemudian suami saya mengecek ke bawah. Belum sempat menginjak tangga besi, tiba-tiba lantai dua ambrol ke bawah dan suami saya jatuh tertimpa reruntuhan,” tambah Safitri.
Kondisi Nanang pasca kejadian mengalami luka-luka sobek di pelipis mata kanan dan tangan kanan, namun masih sadar. “Karena suami luka-luka, kemudian saya memanggil BPBD Surabaya dan Damkar. Suami dilarikan ke RS William Booth untuk penanganan medis jahitan luka sepanjang 7 cm,” tambahnya kembali.
Bangunan berlantai dua seluas 3×2 m2 tersebut dibangun pada tahun 2011. Sedangkan bangunan rumah sisi depan hanya berlantai satu telah dibangun terlebih dahulu pada tahun 1980-an. “Saya menempati lantai dua yang ambrol pada tahun 2011. Saya gak tahu membangunnya bagaimana karena rumah ini milik mertua saya,” tutup Safitri.
Dari peristiwa iniPolsek Bubutan dan BPBD Surabaya melakukan pencarian penyebab lantai ambrol. Bila dilihat dari bekas keretakan bangunan lantai dua, ketebalan cor semen hanya 5 cm. Sehingga kekuatan cor tidak seimbang bila dibandingkan dengan bobot tubuh para penghuni rumah.
Kapolsek Bubutan AKP Vony Farizky bersama petugas melalukan pemeriksan di tempat kejadian. “Bila dilihat sisa bangunan lantai dua yang ambrol tampak bangunan lantainya sangat tipis untuk ketebalannya. Untuk besi penopangnya tidak ada. Hanya kawat tipis yang berada di dalam cor semen lantai,” ujarnya.(*)


