SURABAYAONLINE.CO – Momentum Hari Pertambangan Nasional 2025 menjadi istimewa bagi PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA). Tahun ini, Merdeka merayakan ulang tahunnya yang ke-13 dengan menegaskan komitmennya terhadap transisi energi, keberlanjutan lingkungan, serta hilirisasi industri pertambangan.
Selama 13 tahun berkarya, Merdeka konsisten menjalankan strategi bisnis berbasis Good Mining Practices, dengan mengedepankan aspek regulasi, keberlanjutan lingkungan, serta hubungan harmonis bersama masyarakat sekitar tambang.
Dalam upaya dekarbonisasi, MDKA telah menerapkan strategi transisi energi melalui efisiensi energi, penggunaan bahan bakar terbarukan, serta produk ramah lingkungan.
Di Tambang Tujuh Bukit Banyuwangi, Merdeka memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai sumber energi bersih utama. Sementara di Tambang Tembaga Wetar, Maluku Barat Daya, perusahaan telah mengoperasikan panel surya untuk mendukung kebutuhan listrik ramah lingkungan.
Setiap entitas anak usaha Merdeka juga menjalankan program efisiensi energi global, termasuk penggantian peralatan operasi dengan teknologi hemat energi, optimalisasi desain tambang berbasis data, hingga peningkatan kompetensi teknis operator.
Komitmen MDKA terhadap keberlanjutan mendapat pengakuan dunia. Perusahaan meraih peringkat A ESG dari MSCI, menjadi peringkat pertama dalam ESG Risk Rating Sustainalytics di kategori perusahaan pertambangan terdiversifikasi di Indonesia dengan skor 27,1 (risiko sedang), serta masuk sebagai konstituen dua indeks ESG di Bursa Efek Indonesia (ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI).
“Hari Pertambangan Nasional adalah pengingat bagi kami untuk selalu mengedepankan praktik pertambangan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi Merdeka sejak berdiri,” ujar Tom Malik, Head of Corporate Communications MDKA.
Mendukung kebijakan hilirisasi pemerintah, MDKA melalui anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (IDX: MBMA) berinvestasi pada fasilitas pengolahan mineral. Salah satunya Pabrik AIM (Acid Iron Metal) yang mengolah sisa bijih tembaga menjadi asam dan uap untuk mendukung fasilitas HPAL, sekaligus memperkuat ekonomi sirkular.
Selain itu, MDKA mengembangkan proyek strategis seperti Tambang Emas Pani (oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk/IDX: EMAS) dan Proyek Tembaga Tujuh Bukit (oleh PT Bumi Suksesindo) yang mengandung cadangan mineral besar, berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pusat pertambangan berkelanjutan di Asia.
Menatap masa depan, PT Merdeka Copper Gold Tbk bertekad menjadi perusahaan tambang yang menjadi benchmark dalam praktik pertambangan yang baik di Indonesia, dengan menjaga keseimbangan antara produktivitas, efisiensi, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
“Di usia ke-13 ini dan tahun-tahun ke depan, grup Merdeka bertekad mempertahankan praktik pengelolaan tambang yang baik, taat regulasi, dan bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” tutup Tom.


