SURABAYAONLINE.CO – Kampung Sontoh Laut, kawasan pesisir di Surabaya yang dikenal sebagai daerah penghasil ikan, kini mulai menggali potensi ekonomi melalui inovasi produk olahan ikan. Untuk mendukung pengembangan ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) mengadakan pelatihan pengemasan dan pengolahan hasil tangkapan ikan.
Ketua tim KKN Abmas, Lienggar Rahadiantino SE MSc, menjelaskan bahwa Kampung Sontoh Laut memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk olahan ikan. “Selama ini, hasil tangkapan nelayan kebanyakan dijual langsung ke pasar atau pengepul dengan pengemasan yang masih tradisional. Kondisi ini membuat produk tidak tahan lama dan kurang menarik untuk pasar yang lebih luas,” ungkap Lienggar.
Tim KKN Abmas memperkenalkan teknologi vacuum sealer sebagai solusi pengemasan modern. Dengan teknologi ini, produk ikan dapat bertahan lebih lama karena proses oksidasi dan kontaminasi dapat diminimalisir. Beberapa pelaku usaha bahkan mendapat bantuan alat vacuum sealer secara gratis untuk meningkatkan efisiensi pengemasan.
“Pengemasan yang baik bukan hanya memperpanjang umur simpan, tetapi juga meningkatkan daya tarik produk, terutama jika ingin dipasarkan ke luar daerah,” ujar Lienggar, dosen Departemen Studi Pembangunan ITS.
Selain pelatihan pengemasan, program KKN Abmas juga melatih ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Tambak Sarioso dalam membuat olahan ikan seperti sambal dan kerupuk. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya istri nelayan, dalam menciptakan produk bernilai tambah.
“Kami berharap, melalui keterampilan ini, warga dapat mengembangkan usaha kecil berbasis hasil laut yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga,” tambah Lienggar.
Program KKN Abmas ITS juga mencanangkan pembentukan koperasi atau kelompok usaha bersama sebagai wadah pengelolaan dan pemasaran produk olahan ikan. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jaringan pasar dan menciptakan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
Lienggar menegaskan bahwa program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yaitu mendukung pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. “Kami ingin program ini tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM berbasis hasil laut yang inovatif dan berdaya saing tinggi,” tutupnya.
Keywords SEO: Kampung Sontoh Laut, pelatihan pengemasan ikan, pengolahan hasil laut, KKN Abmas ITS, vacuum sealer, olahan ikan Surabaya, pemberdayaan masyarakat pesisir, SDGs poin ke-8, UMKM hasil laut, inovasi produk olahan ikan.


