SURABAYAONLINE.CO – Bukalapak kembali mengadakan program Perempuan Jadi Pengusaha (PJP), untuk mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perempuan di Indonesia, terutama di bidang kuliner.
Tahun 2024, Bukalapak gandeng Baking World untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini sejalan dengan Hari Keuangan Nasional dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perempuan melalui inovasi dan pemberdayaan.
Komisaris Independen dan ESG Ambassador Bukalapak Yenny Wahid mengatakan Perempuan Jadi Pengusaha kali ini menghadirkan chef profesional dari Baking World yang memberikan pelatihan langsung kepada para pengusaha UMKM perempuan, dengan fokus pada pembuatan menu kuliner yang mudah diolah dengan bahan dan peralatan yang terjangkau.
“Pelatihan Perempuan Jadi Pengusaha merupakan salah satu dari berbagai program keberlanjutan milik Bukalapak. Program ini diadakan untuk memberikan ruang bagi UMKM perempuan agar terus berkembang dan menjadi bagian dari komitmen kami untuk menciptakan peluang bagi Mitra Bukalapak dan komunitas Baking World dalam mengeksplorasi kewirausahaan di bidang kuliner. Dengan keterampilan yang lebih kuat, perempuan dapat berperan lebih besar dalam kemajuan ekonomi nasiona,” kata dia dikutip dari rilis pers di Jakarta, Sabtu (19/10/2024).
UMKM memiliki peran signifikan dalam ekonomi Indonesia, menyumbang hingga 61% dari PDB nasional. Berdasarkan data dari Kominfo tahun 2023, lebih dari setengah UMKM dimiliki dan dikelola oleh perempuan, dengan 64,5% dari pelaku usaha ini merupakan perempuan. Ini menunjukkan betapa krusialnya peran perempuan dalam mendukung sektor UMKM.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba menyambut baik inisiatif ini.
“Program PJP dari Bukalapak sejalan dengan visi kami dalam memberdayakan UMKM perempuan di era digital. Kegiatan ini, yang serupa tujuannya dengan program kami seperti UMKM Level Up dan Digital Entrepreneurship Academy (DEA), menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan UMKM di tanah air,” ujar Mira.
Sementara itu, Kepala Group Ekonomi, Keuangan Inklusif Bank Indonesia Elsya Ms Chani menambahkan, kegiatan ini selaras dengan upaya pihaknya untuk menumbuhkan kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan dengan mendorong peran aktif perempuan dalam perekonomian nasional.
“Selain mengasah keterampilan produksi, kami juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik sebagai elemen kunci dalam kesuksesan bisnis. Oleh karena itu, Bank Indonesia telah mengembangkan SIAPIK, yaitu sistem informasi aplikasi pencatatan keuangan yang diciptakan untuk memudahkan pelaku UMKM melakukan pencatatan keuangan secara digital,” katanya.


