SURABAYAONLINE.CO, Sumenep – Bupati Sumenep Achmad Fauzi terus mendorong pelaku usaha UMKM di wilayah kerjanya agar selalu bisa tumbuh dan berkembang.
Dorongan itu tidak hanya dilakukan secara lisan. Melainkan, dibuktikan dengan beragam cara bagaimana kemudian UMKM itu benar-benar naik kelas.
Salah satunya, adanya Halal Hub yang diresmikan pada tahun 2022 lalu. Disana, tergolong menjadi tiga klaster. Bawah, menengah dan atas.
“Itu terus kami pantau dan bisa pilah-pilah, mana yang lokal, regional, nasional, dan yang bisa go internasional,” tuturnya, Rabu (15/2).
Kemudian, dorongan itu dilakukan agar UMKM naik kelas, Pemkab melalui BPRS Sumekar yang salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Sumenep untuk memberikan memberikan pinjaman tanpa bunga kepada pelaku UMKM.
Melalui program tersebut pelaku usaha bisa meminjam maksimal sebesar Rp 5 juta dengan rentang waktu 12 bulan. Selain pinjaman tanpa bunga, BPRS Bhakti Sumekar juga memberikan pinjaman yang lebih besar dengan bunga yang cukup rendah.
“UMKM ini merupakan salah satu penyumbang nilai investasi di Sumenep,” ujarnya
Nilai investasi yang masuk sepanjang tahun 2022 sektor UMKM yaitu dari data 6.572 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang masuk, yaitu 95 persen adalah UMKM dengan investasi Rp1.782.600.000.000. Sisanya sektor umum.
“Ini sudah terbukti bahwa, UMKM sangat mumpuni di Sumenep. Maka dari itu, kami mengajak masyarakat agar terus mengembangkan produknya agar bisa tembus Internasional,” pungkas Fauzi. (Upek)


