Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Petani di Sumenep Hampir Capai 100 Persen

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep – Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi untuk para petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur hampir mencapai 100 persen. Hingga per 22 Oktober 2022 sudah 70,5 persen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Arif Firmanto melalui Plt Kabid Penyuluh A. Farid memaparkan, Rincian dari 70,5 persen itu, pupuk Urea 70 dan jenis pupuk Phonska NPK 71 persen.

Arif merinci, dari capaian realisasi pupuk Urea 70 persen itu sebanyak 17.0816 (tujuh belas ribu delapan ratis enam belas) ton. Phonska NPK 7.083 (tujuh ribu delapan puluh tiga) ton.

“Serapan itu per tanggal 22 Oktober 2022,” terangnya, Rabu (9/11).

Penyaluran pupuk hingga Oktober 2022 yang mencapai 70 persen itu terdiri atas 25.275 (dua puluh lima ribu dua ratus tujuh puluh lima) ton pupuk urea, NPK sebanyak 9.936 (sembilan ribu sembilan ratus tiga puluh enam) ton.

Menurut Farid, realisasi atau serapan pupuk bersubsidi pada tahun 2021 sama persis dengan tahun ini. Setiap bulan Oktober capaian realisasi selalu mencapai 70 persen untuk Urea dan 71 persen NPK.

Dikatakannya, termasuk pupuk bersubsidi yang didapatkan di tahun 2021 juga sama dengan tahun ini.

Farid mengimbau seluruh distributor dan pemilik kios pupuk resmi selalu mengikuti ketentuan pemerintah dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi.

Diketahui, pupuk bersubsidi tahun 2022 hanya dua jenis. Urea dan Phonska NPK. Sedangkan di tahun 2021 terdapat lima jenis. Urea, Phonska NPK, Sp36, ZA dan Petroganik/Organik. (Upek)