Ketua PCNU, Keluhkan Minimnya Fasilitas Pendidikan Gerakan Islam di Bangkalan

SURABAYAONLINE.CO | BANGKALAN – Pendidikan gerakan Islam di Kabupaten Bangkalan, menurut Ketua PCNU Kabupaten Bangkalan sampai saat ini masih belum maksimal. Utamanya, dalam bidang sarana dan prasarana.

Ketua PCNU Bangkalan, KH. Muhammad Makki Nasir mengatakan, terkait pendidikan gerakan Islam di Bangkalan, kalau dari guru, ulama dan ustad, ini sudah maksimal.

Hanya saja, saat ini yang belum maksimal perihal sarana dan prasarananya yang mendukung pendidikan agama islam di Bangkalan. Kebutuhan sarana yang ia maksud bukan hanya fisik semata, melainkan perihal kemampuan administrasi dan sumber daya manusia (SDM) nya.

“Itu merupakan tanggung jawab pemerintah, agar bisa memfasilitasi setiap kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan islam ini,” kata Ketua PCNU yang akrab disapa Ra Makki ini, Selasa (25/10).

Ra Makki mengaku, bahwa selama ini pendidikan gerakan Islam di Bangkalan sudah banyak membantu pemerintah, yakni dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam urusan membentuk generasi yang berkarakter, iman dan takwa.

Maka kata dia, sudah seharusnya pemerintah memberikan dukungan terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh setiap lembaga-lembaga yang berbasis keagamaan ini.

“Kecerdasan otak itu muncul, setelah adanya pendidikan keagamaan, maka tolong pemerintah hadir betul, agar supaya lembaga keagamaan tidak selalu manjadi kambing hitam, kalau ada masalah moral lembaga agama yang jadi kambing hitam, sementara sarananya tidak diperhatikan,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, KH. Hasani bin Zuber, anggota DPR RI komisi VIII dari fraksi Partai Demokrat mengatakan, bahwa kedepan pihaknya akan mengupayakan pendidikan keagamaan ini lebih diperhatikan lagi.

Bahkan, Ra Hasani mengaku, akan memberikan postur anggaran lebih kedepan khusus untuk pendidikan keagamaan. Karena kata dia pendidikan keagamaan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Pada intinya, karena terbentuknya moral ini berada di pendidikan keagamaan, kami akan terus memperjuangkan itu, agar apa yang dibutuhkan dalam pendidikan keagamaan ini bisa terpenuhi, khususnya dalam hal sarana dan prasarana,” kata Ra Hasani, yang juga menjabat sebagai ketua GP Ansor Bangkalan itu. (Im/So)