SURABAYAONLINE.CO | BANGKALAN – Siang tadi, hujan deras mengguyur Bangkalan Kota, kekhawatiran pun dirasakan oleh warga Kelurahan Pangeranan Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan.

Beruntungnya, hujan tak begitu lama, hanya berlangsung sekitar 30 menit. Namun genangan air hujan pun tak bisa di bendung, meskipun hanya setinggi mata kaki orang dewasa.

Warga Pangeranan Nurul Farida menyebutkan, bahwa genangan itu disebabkan oleh dangkalnya aliran sungai yang sampai saat ini masih belum diurus oleh pemerintah.

“Beruntung hujannya tidak lama tadi, seandainya lama, sudah jelas kita (warga) akan kelabakan,” kata wanita yang akrab disapa Farida, kepada Surabayaonline.co, Senin (17/10).

Saat ini, dia hanya bisa pasrah, lantaran pihak pemerintah saling lempar tangan dengan keberadaan sungai di sekitaran rumahnya itu.

Akan tetapi, dia tetap penuh harap terhadap pemerntah atau dinas terkait, agar sungai di sekitaran rumahnya, yang dianggap menjadi pemicu terjadinya banjir ini segera diambil tindakan.

“Harapan kami, pemerintah segera ambil tindakan, minimal ada pengerukan atau normalisasi sungai. Mumpung musim hujan tidak begitu parah,” harapnya.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Bangkalan (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, saat dimintai keterangan, mereka kompak saling lempar tanggung jawab.

Menurut Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR melalui Kepala Seksi (Kasi) nya Novan, saluran drainase kota dan saluran pematusan itu, merupakan bagiannya Dinas PRKP.

“Jadi kalau saluran drainase kota dan pematusan itu urusannya Dinas PRKP, kita hanya di saluran irigasi dan sungai,” sanggahnya, saat ditemui di ruangannya, pada Selasa (11/10/2022) lalu.

Begitupun saat menghubungi Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum, Rizal Mardiansyah. Dia mengaku, bahwa sungai itu menjadi urusan Dinas PUPR, bagian sumber daya air (SDA).

Sempat, minta foto aliran sungainya, namun pada akhirnya, dia juga melempar tanggung jawab. “Makasih fotonya mas. Itu ada di SDA Dinas PUPR mas, buka wilayah saya,” kata dia, juga melempar tanggung jawab.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version