SURABAYAONLINE.CO – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI memastikan bahwa pihaknya memberi dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Jember yang tengah berupaya mengembangkan potensi ekonomi kelautan dan perikanan. Hal tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat bertemu Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto, ST., IPU., di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta Pusat, Jumat (3/6).
Pada pertemuan itu, keduanya membahas soal potensi perikanan tangkap dan perikanan budidaya di Kota Jember. Seperti kita tahu, Jember berada di kawasan Pantai Selatan Jawa yang termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 573 Perairan Samudera Hindia.
Berdasar data produksi perikanan laut Jember pada tahun 2020, ada sebanyak 9.977 ton dengan nilai mencapai Rp130,442 miliar. Komoditas utamanya berupa ikan lemuru, layang, tongkol, layur, dan cakalang. Nelayan penangkapnya sebagian besar merupakan nelayan tradisional.
“Bapak bupati sampaikan, selain perikanan tangkap, perikanan budidaya potensinya juga besar. Salah satunya, udang vaname. Tentunya, kami siap mendukung pemda untuk mengembangkan potensi guna mendorong kesejahteraan masyarakat. Sebab, sebagian besar nelayan di sini masih tradisional, begitu pun dengan pembudidayaannya,” ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi KKP.
Menteri Trenggono meminta jajarannya untuk segera melakukan survei lapangan bersama pemda untuk mengetahui infrastruktur maupun fasilitas apa saja yang dibutuhkan guna menggenjot produktivitas perikanan. Selain itu, dukungan pinjaman modal usaha juga siap diberikan.
Menteri Trenggono menambahkan, upaya peningkatan produktivitas perikanan di Jember harus tetap mengutamakan unsur keberlanjutan ekosistem. Laut sehat menurut dia menjadi kunci kegiatan ekonomi bisa dilakukan secara optimal.
“Koordinasi dua belah pihak harus aktif dilakukan agar upaya pengembangan ini berjalan bersinergi dan hasilnya sesuai yang diharapkan dan tepat sasaran. Dan yang paling penting, kesehatan laut harus menjadi yang utama,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi pihaknya saat ini. Salah satunya, terkait dengan infrastruktur pelabuhan perikanan yang belum memadai. Kemudian, jumlah cold storage yang masih minim dan lokasinya cukup jauh dari jangkauan para nelayan. Kendala-kendala tersebut menurut dia berimbas pada kualitas dan harga komoditas ikan tangkapan.


