Mencari Penerbangan di RI Ditakutkan Semakin Sulit

SURABAYAONLINE.CO – Dunia penerbangan Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan keterbatasan penerbangan karena jumlah pesawat yang beroperasi makin sedikit. Kondisi ini akan makin terasa saat mobilitas masyarakat sudah kembalim normal pasca puncak pandemi.

Saat ini ada tren pemulihan volume penerbangan juga sudah mulai terasa, jumlah penumpang harian sudah meningkat. Seperti Bandara Soetta dilaporkan jumlah penumpang harian rata-rata sudah mencapai 45 – 50 ribu dari masa PPKM sebelumnya yang hanya 10-13 ribu orang per hari.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto menjelaskan saat permintaan meningkat di kondisi saat ini lebih sulit karena maskapai sebelumnya sempat mengurangi operasional armada karena mengembalikan ke lessor saat penerbangan sepi beberapa waktu lalu. Sehingga kelangkaan kursi penerbangan bisa terjadi jika penumpang pesawat sudah kembali normal.

Bayu juga melihat maskapai pada saat ini akan sulit menambah jumlah armada. Hal ini karena ada ketegangan yang terjadi antara maskapai dengan lessor atau penyedia sewa pesawat.

“Dalam waktu dekat kemungkinan tidak akan ditambah karena masih adanya dispute dengan lessor dan country risk yang naik, sehingga lessor enggan me-lease pesawat ke Indonesia,” katanya.

Seperti Garuda Indonesia saat ini juga hanya mengoperasikan 40 armada pesawat dari total sebelumnya mencapai 144 pesawat. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menegaskan jumlah armada yang ada saat ini masih bisa menjawab kebutuhan masyarakat, tapi sudah pada level penuh.