Amartha: Bisnis Pinjam Yang Ramah Untuk Ibu Rumah Tangga

SURABAYAONLINE.CO- Amartha merupakan bisnis pinjam yang menggunakan Peer to peer lending, disatu sisi peer nya adalah peminjam dan disatu sisi lagi peer nya adalah sebagai pendana. Cara kerja P2P Lending terbagi menjadi dua, yaitu cara kerja untuk peminjam dan untuk investor. Secara umum baik peminjam dan investor tinggal mendaftarkan diri di aplikasi atau website lalu mengajukan pinjaman atau melakukan investasi

Yang unik dari bisnis pinjam ini, mereka 100% meminjamkan kepada ibu-ibu rumah tangga yang digunakan utuk modal usaha bukan untuk konstumtif pribadi. Jadi pinjaman kamu benar- benar akan diseleksi secara bertahap, seperti uangnya akan digunakan untuk apa, mau berbisnis apa, akan lebih mudah jika peminjam sudah memiliki usaha sebelumnya. Dan yang pasti, keunggulan lain dari pinjaman ini adalah pinjaman 100% tanpa adanya agunan.

Keuntungan untuk peminjamnya sendiri adalah mendapatkan modal usaha serta pendampingan dan pelatihan literasi keuangan setiap minggunya bersama tim Business Partner Amartha. Jadi akan diajarkan bagaimana mengatur keuangan, mendapatkan keuntungan, dan lain sebagainya.

Namun, agak sedikit berbeda di  Amartha, para peminjam perlu membentuk kelompok sekitar 10- 25 orang dan haru saling mengenal, jarak tempat tinggal maksimal 500 meetr. Lalu setelah terkumpul ketua dari kelompok menghubungi tim Business Partner Amartha untuk mengajukan pinjaman. Setelah itu, peminjam akan di cek kelayakannya oleh tim Amartha dan menunggu pencairan.

Target pasar dari Amartha adalah ibu-ibu di wilayah daerah. Mengapa? Karena kemudahan ibu-ibu di daerah untuk berkumpul dan bersosialisasi lebih tinggi, dibandingkan dengan ibu-ibu yang tinggal di pusat kota. Untuk kota Surabaya sendiri seperti di Surabaya Barat yaitu di sekitaran wiyung. Kemudian untuk kota Yogyakarta ada di sekitaran Klaten.

Sistem pembayarannya adalah perminggu, dengan pinjaman minimal Rp 5000.000 dengan tenggat waktu selama 50 minggu dan dilakukan secara offline. Selain itu juga ada sistem tanggung renteng, jadi jika salah satu dari anggota kelompok melakukan gagal bayar, anggota kelompok lain bisa membayarkan terlebih dahulu.

Untuk bunga pinjaman sendiri tergantung prestasi dari sentiap kelompok, semakin tinggi grade suatu kelompok, maka akan semakin sedikit bunganya, hanya sekitar 25-30%. Jadi gradenya terbagi menjadi Grade A, A-, B, B-, C, C-, D.

Kemudian dari sisi  pendana atau investor, siapapun bisa jadi pendana, terbagi menjadi 2 tipe, yaitu institusi dan individu. Untuk institusi sendiri dalam satu tahun terakhir Amartha mendapat investor baru di daerah Jawa Timur seperti Bank Jatim dan BPR. Dan  tentunya mendapat keuntungan juga, dengan kisaran 15% pertahunnya. Sedangkan untuk investor individu itu start Rp 100.000. (Windi)